Balas Kunjungan Kim Jong-un, Presiden China Akan Melawat ke Korea Utara?

Oleh Khairisa Ferida pada 18 Apr 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 18 Apr 2018, 16:00 WIB
Kim Jong Un dan Presiden China Xi Jinping Bertemu di Beijing
Perbesar
Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing, Rabu (28/3). Ini adalah kunjungan perdana Kim Jong-un ke luar negeri semenjak ia memerintah 2011 silam. (Ju Peng/Xinhua via AP)

Liputan6.com, Beijing - Presiden China Xi Jinping dikabarkan akan mengunjungi Pyongyang, Korea Utara. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat yang tidak ingin disebut namanya.

Jika benar terjadi, maka lawatan tersebut merupakan kunjungan resmi perdana Xi Jinping ke Korea Utara sejak ia berkuasa pada November 2012.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (18/4/2018), pejabat tersebut mengatakan, kunjungan ini akan terjadi "segera". Tidak menutup kemungkinan setelah pertemuan Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei atau awal Juni.

Hubungan antara Korea Utara dan sekutu lamanya, China, telah menghangat dalam sebulan terakhir menyusul kunjungan kejutan oleh Kim Jong-un ke Beijing pada akhir Maret lalu. Media pemerintah Korea Utara mengatakan bahwa Xi Jinping telah menerima undangan Kim Jong-un untuk berkunjung ke Pyongyang.

Pekan lalu, Song Tao, seorang pejabat tinggi China yang mengepalai Departemen Hubungan Internasional Partai Komunis Tiongkok, mengunjungi Korea Utara. Ia datang dengan sekelompok artis Tiongkok.

Menurut pejabat yang sama, pemimpin Rusia juga ingin bertemu dengan Kim Jong-un. Namun, Pyongyang belum merespons hal tersebut.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kunjungan 'Mengejutkan' Kim Jong-un ke China

Kim Jong Un dan Presiden China Xi Jinping Bertemu di Beijing
Perbesar
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un didampingi istrinya, Ri Sol-ju bertemu Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan dalam kunjungan kejutan ke Beijing, Rabu (28/3). Kunjungan tidak resmi itu berlangsung dari 25-28 Maret. (Ju Peng/Xinhua via AP)

Kunjungan penuh rahasia Kim Jong-un ke China membuat dunia terkejut, termasuk Amerika Serikat. Pasalnya, kedatangannya tiba-tiba, tanpa kabar burung sekali pun.

Pada saat kereta misterius dari Korea Utara tiba di Beijing, juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengonfirmasi laporan media tentang kunjungan Kim Jong-un ke Beijing.

"Kami tidak dapat mengonfirmasi laporan tersebut. Kami tidak tahu apakah itu benar," kata juru bicara Gedung Putih, Raj Shah, dalam konferensi pers, yang dikutip dari Associated Press, pada Senin 25 Maret

Namun, ketika kabar terkonfirmasi benar, Gedung Putih mengaku sebelumnya, pada Selasa 26 Maret, pihaknya telah diberi tahu tentang kabar kedatangan Kim Jong-un ke Beijing.

Sekretaris Media Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan pertemuan Kim Jong-un dengan Presiden Xi Jinping merupakan hasil dari tekanan internasional.

"Amerika Serikat tetap berhubungan erat dengan sekutu kami Korea Selatan dan Jepang. Kami melihat perkembangan ini sebagai bukti lebih lanjut bahwa kampanye tekanan maksimum kami adalah menciptakan suasana yang sesuai untuk dialog dengan Korea Utara," kata Sanders.

Menurut Kantor Berita China, Xinhua, alasan kedatangan Kim ke Beijing salah satunya adalah, dia merasa bertanggung jawab secara pribadi menghubungi Presiden Xi Jinping tentang perkembangan diplomatik yang cukup signifikan di Semenanjung Korea dalam beberapa pekan terakhir.

Para analis mengatakan kunjungan Kim Jong-un ke Beijing kemungkinan ditujukan untuk menopang hubungan Pyongyang dengan China, sekutu tradisional dan mitra dagang utama, yang telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Lanjutkan Membaca ↓