Darah Mengucur Saat BAB, Ternyata Ada Korek Gas di Perut Pria China Ini

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 18 Apr 2018, 08:48 WIB
Diperbarui 20 Apr 2018, 08:13 WIB
Perut Gemuk dan Perut Buncit

Liputan6.com, Chengdu - Seorang pria di China dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sakit perut akut yang tidak tertahankan. Saat sedang buang air besar terlihat pula ada darah pada kotorannya.

Dikutip dari laman Daily Mail, Rabu (18/4/2018), saat diperiksa dokter di rumah sakit China menemukan ada benda asing dalam tubuh pria tersebut.

Benda asing itu adalah korek  gas. Dengan demikian, dokter memutuskan untuk membeda perut pria berusia 40 tahun tersebut.

Dalam pengakuannya, pria itu menyebut bahwa dirinya pernah tak sengaja  menelan pemantik plastik sekitar 20 tahun yang lalu.

Oleh Dr Qiu Changwei dari Rumah Sakit Dujiangyan Chengdu, Sichuan, China, kondisi pria yang tak disebutkan namanya itu diperiksa.

Dokter tersebut memasukan endoskopi fleksible kecil di sepanjang kerongkongan pria tersebut. Ternyata ada benda berbentuk persegi panjang hitam yang ditemukan dalam perut.

"Ukuran pemantik korek itu terlihat begitu jelas," ujar Dr Qiu.

Dalam pernyataannya, dokter Qiu menyebut ada sejumlah luka di dinding perut. Sehingga darah yang terlihat pada fasesnya berasal dari perut yang terluka.

Dalam operasi, tim medis di China membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk proses pengangkatan.

Kini, kondisi pria itu sedang dalam proses pemulihan pascamenjalankan operasi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Tertelan Ponsel

Ilustrasi ponsel
Ilustrasi ponsel (iStock)

Selain korek api, ada sejumlah kasus lain yang seputar benda-benda asing yang masuk dalam tubuh manusia.

Seorang tahanan berusia 29 tahun di Irlandia pergi ke ruang gawat darurat setelah dia menelan ponsel. Menurut pemeriksaan Sinar-X, ponsel itu bersarang di perutnya.

Awalnya, dokter mencoba mengeluarkannya melalui kerongkongan. Namun, akhirnya tim medis mengeluarkannya melalui proses pembedahan untuk mengeluarkan ponsel tersebut.

Sejumlah dokter di Dublin Incorporating the National Children's Hospital menggambarkan kasus tersebut dalam International Journal of Surgery Case Reports pada tahun 2016.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait