15-4-1998: Akhir Hayat Diktator Komunis Kamboja Pol Pot

Oleh Rasheed Gunawan pada 15 Apr 2018, 06:00 WIB
Diktator Kamboja Pol Pot. (AFP)

Liputan6.com, Phnom Penh - Hari ini 20 tahun silam atau pada 15 April 1998, diktator Kamboja Pol Pot meninggal dunia, karena serangan jantung. Selama ini ia tidak mengungkapkan usia yang sebenarnya. Tapi diyakini meninggal dunia pada usia 70 tahun.

Seperti dimuat BBC yang dikutip untuk Today in History Liputan6.com edisi Minggu (5/14/2018), gambar Pol Pot terbaring di tempat tidur dalam kondisi tak bernyawa di sebuah gubuk di pedalaman hutan Kamboja Barat, disiarkan di stasiun televisi.

Pol Pot dan rezim Khmer Merah-nya adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian 1,7 juta rakyat Kamboja yang dipaksa kerja atas ambisi sang diktator untuk menjadikan Kamboja negara nomor 1 dunia lewat swasembada pertanian, pada akhir 1970-an.

Tahun sebelumnya, Pol Pot dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan di Kamboja Utara karena bertanggung jawab atas kematian jutaan rakyat Kamboja.

Mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger -- yang terlibat pengeboman yang dilakukan AS ke Kamboja pada masa silam -- menduga kematian Pol Pot karena dibunuhnya anggota kelompoknya sendiri, Khmer Merah.

"Saya yakin Khmer Merah yang membunuhnya, untuk menghapuskan berbagai tekanan terhadap kelompok mereka," ujar Kissinger.

Pol Pot mulai mendirikan dan menjadi Ketua Khmer Merah, Partai Komunis Kamboja pada tahun 1962, sejak memeluk paham Marxisme saat sekolah di Paris. Ia berkuasa di Kamboja setelah berhasil menumbangkan Pemerintah yang saat itu didukung Amerika Serikat.

Pol Pot menghapuskan paham pasar bebas Barat dan memulai paham komunisme dengan visinya untuk mewujudkan negara agraris, dan menghapus kebebasan ekonomi dan beragama.

Pasukan Pol Pot kala itu, memaksa orang-orang meninggalkan kota-kota, untuk menjalankan tugas sebagai pekerja pertanian. Menjadi pekerja paksa, yang membuat banyak pekerja tewas. Siapa pun yang dicurigai saat itu sebagai intel dan musuh negara, langsung disiksa dan dieksekusi mati.

Reformasi radikal Pol Pot ini telah membuat Kamboja justru menjadi lemah, dan Vietnam dengan melakukan invasi pada tahun 1979. Pemerintahan Khmer Merah tumbang. Para pasukan Pol Pot melarikan diri ke hutan.

Kini Kamboja merupakan negara berbentuk monarki konstitusional di Asia Tenggara. Negara ini merupakan penerus Kekaisaran Khmer yang pernah menguasai seluruh Semenanjung Indochina antara abad ke-11 dan 14. Nama resmi negara ini dalam bahasa Indonesia adalah Kerajaan Kamboja.

Sejarah lain mencatat pada 15 April 1783, Perang Revolusi Amerika berakhir dengan disahkannya Perjanjian Damai. Kemudian 15 April 1865, Abraham Lincoln wafat setelah ditembak pada hari sebelumnya oleh John Wilkes Booth.