Dubes Palestina Berharap Indonesia Dirikan Kedutaan di Yerusalem

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 13 Apr 2018, 22:30 WIB
Diperbarui 13 Apr 2018, 22:30 WIB
Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun
Perbesar
Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, berharap agar Kedutaan Besar RI untuk Palestina dapat berdiri di Yerusalem suatu hari nanti. Khususnya, ketika Al Quds Al Sharif telah menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka.

Berdirinya KBRI di Yerusalem di negara Palestina yang merdeka suatu hari nanti, menurut Al Shun, dapat menjadi bukti hubungan kedekatan antara kedua negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Indonesia selama ini merupakan saudara yang sangat penting bagi Palestina, dalam hal peranan diplomasi dan dukungan yang mereka berikan kepada kami," kata Dubes Al Shun dalam wawancara khusus dengan Liputan6.com, Jumat (13/4/2018).

"Oleh karenanya, kami berharap, suatu hari nanti Kedutaan Besar Indonesia dapat berdiri di Yerusalem di Palestina yang merdeka, Insya Allah," tambah diplomat Palestina tersebut.

Menunggu Kemerdekaan Palestina

Meski memiliki hubungan diplomatik, kantor Kedutaan Indonesia untuk Palestina sampai saat ini masih merangkap bersama KBRI Yordania yang berkedudukan di Amman, dengan Andy Rachmianto menjabat sebagai Duta Besar RI untuk kedua negara.

Pemerintah Indonesia masih belum bisa membuka kantor perwakilan diplomatik yang berkedudukan di Palestina, baik itu di Ramallah (ibu kota administratif saat ini), apalagi di Yerusalem.

Hal itu disebabkan oleh status Palestina yang belum merdeka secara utuh. Ditambah lagi, persoalan diplomatik serta konflik Israel - Palestina yang masih belum terselesaikan.

Kendati demikian, Turki pada akhir tahun 2017 lalu, pernah menyatakan akan membuka kedutaan di Yerusalem Timur sebagai bentuk dukungannya terhadap Palestina.

"Dengan izin Tuhan, akan tiba secara resmi, kita akan membuka kantor kedutaan di sana (Yerusalem Timur)," ujar Presiden Turki Reccep Tayip Erdogan pada Desember 2017.

Akan tetapi, langkah Turki tak dapat serta merta diikuti oleh negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan Palestina, salah satunya Indonesia.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pernah menjelaskan, rencana Turki untuk membuka kedutaan di Yerusalem Timur dimungkinkan karena negara tersebut memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Negeri Ottoman pun memiliki kedutaan di Tel Aviv.

Sedangkan, Indonesia sama sekali tak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

"Turki menyampaikan niatnya itu karena mereka memiliki kedutaan di Tel Aviv ... Kalau Indonesia buka kedutaan di Yerusalem Timur, apakah kita mau buka juga di Tel Aviv?," kata Retno di Jakarta, Desember 2017.

Untuk saat ini, Pemerintah Indonesia mendorong komunitas global agar tetap mempertahankan kesepakatan dan hukum internasional terkait status quo Yerusalem. Karena, hal tersebut 'penting bagi tercapainya solusi dua negara dalam konflik Palestina-Israel'.

2 dari 2 halaman

Hubungan Erat RI - Palestina

Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun
Perbesar
Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Duta Besar Palestina untuk RI juga menjelaskan bahwa hubungan diplomatik dan bilateral antara Indonesia - Palestina berlangsung sangat erat.

Diplomat Palestina itu juga menekankan bahwa kontribusi dan peran Indonesia sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Bentuk dukungan yang dilakukan Indonesia kepada Palestina sangat efektif, besar, dan penting, baik di bidang diplomasi serta sosial-politik-ekonomi," kata Dubes Zuhair Al Shun dalam wawancara khusus dengan Liputan6.com.

"Indonesia juga sangat konsisten mendukung Palestina dalam organisasi-organisasi dunia," tambahnya.

Bentuk lain dukungan Indonesia adalah melalui program capacity building atau pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Palestina.

"Indonesia selama 8 tahun terakhir menyelenggarakan latihan untuk tenaga kerja dan sumber daya manusia bidang kelembagaan di Palestina. Latihan diberikan di banyak bidang untuk meningkatkan kapasitas rakyat Palestina dalam menjalankan institusi-institusinya," ujar Al Shun.

Di sektor ekonomi, langkah Indonesia untuk membebaskan tarif pajak dan bea masuk bagi barang-barang Palestina ke Tanah Air juga dinilai Al Shun sangat membantu rakyat di negaranya.

Termasuk, beasiswa pendidikan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada pelajar-pelajar di Palestina.

"Kami sangat menghargai dan mengagumi bantuan yang diberikan Indonesia," jelas pria yang pernah menjabat sebagai Dubes Palestina untuk Maroko itu.

Lanjutkan Membaca ↓