Studi: Stroberi Buah Paling Kotor di Dunia

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 12 Apr 2018, 16:30 WIB
Diperbarui 12 Apr 2018, 16:30 WIB
Bisa Tetap Cantik, Ini 5 Keunggulan dari Stroberi
Perbesar
Manfaat stroberi bagi kecantikan. (Sumber foto: Deki Prayoga/Bintang.com)

Liputan6.com, Washington DC - Dalam sebuah laporan terbaru tentang residu pestisida, Kelompok Kerja Lingkungan (EWG) Amerika Serikat (AS) mengatakan sebanyak 70 persen buah dan sayuran -- yang ditanam secara konvensional -- mengandung hingga 230 jenis racun kimia.

Berdasarkan contoh produk pangan yang diuji oleh Departemen Pertanian AS, ditemukan bahwa stroberi dan bayam mengandung residu pestisida dengan jumlah tertinggi.

Dikutip dari Time.com pada Kamis (12/4/2018), permukaan kulit dan bagian daging stroberi terbukti positif mengandung 20 jenis residu pestisida. Sedangkan pada bayam, jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat, dibandingkan buah dan sayuran lain.

Stroberi dan bayam, menurut penelitian EWG, menempati posisi puncak dari 12 buah dan sayuran dengan konsentrasi residu pestisida tertinggi, yang disebut 'Dozen Drit'.

Keseluruhan daftar buah dan sayuran paling kotor tersebut, hampir serupa dengan analisa tahun lalu. Hal ini menandakan bahwa kualitas kesehatan tanaman pangan masih menjadi polemik serius di industri pertanian.

Penelitian ini sengaja tidak menyasar produk pangan yang ditanam secara organik, karena dianggap belum menjadi sektor konsumsi publik.

"Buah dan sayur konvensional adalah apa yang kita makan setiap harinya, baik ketika dimasak sendiri di rumah, atau menjadi bahan baku makanan yang kita beli di luar," jelas Anthony Sanders, salah seorang peneliti di EWG.

Berikut adalah daftar buah dan sayuran paling kotor di dunia

1. Stroberi

2. Bayam

3. Nektarin

4. Apel

5. Anggur

6. Persik

7. Ceri

8. Pir

9. Tomat

10. Seledri

11. Kentang

12. Paprika 

 

 

Simak video pilihan berikut: 

 

 

2 dari 2 halaman

Seberapa Bahaya Paparan Bahan Kimia?

Ekstremnya Cuaca di Florida Bikin Tanaman Membeku
Perbesar
Lapisan es menutupi tanaman stroberi di Plant City, Fla (4/1). Cuaca ekstrem yang melanda daerah di AS membuat petani menyemprotkan air ke tanaman untuk membantu melindungi dari suhu yang sangat dingin. (AP Photo / Chris O'Meara)

Undang-undang federal yang terbit di AS pada 1996, mengamanatkan Environmental Protection Agency (EPA) untuk mempelajari dan mengatur penggunaan pestisida pada tanaman pangan.

Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir dampak buruk residu kimia terhadap kesehatan tubuh manusia.

Meski beberapa tahun terakhir, pengurangan pestisida pada tanaman pangan mulai turun signifikan, namun belum bisa menjamin 100 persen hilang dari buah dan sayur konvensional.

Bahkan, sebuah studi ilmiah terbaru menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara paparan pestisida, dan tingkat kesuburan yang rendah pada pria.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat hubungan antara paparan pestisida saat ini, dan efek kesehatan jangka panjang bagi manusia.

Sementara itu, para peneliti menyebut buah dan sayur organik masih mungkin terpapar residu pestisida, meski jumlahnya cukup kecil.

"Jika tidak ingin  mengolahnya secara matang, Anda bisa mengakali (buah dan sayuran) dengan mencuci bersih di cairan antiseptik khusus," saran Sanders.

Adapun 12 produk tanaman pangan dengan kandungan residu pestisida paling rendah di dunia, adalah sebagai berikut:

1. Alpukat

2. Jagung manis

3. Nanas

4. Kol

5. Bawang Bombay

6. Pepaya

7. Asparagus

8. Mangga

9. Terung

10. Kiwi

11. Kembang kol

12. Brokoli

Lanjutkan Membaca ↓