12-4-1945: Presiden AS ke-32 Franklin D. Roosevelt Wafat Akibat Stroke

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 12 Apr 2018, 06:00 WIB
Diperbarui 12 Apr 2018, 06:00 WIB
Franklin Delano Roosevelt
Perbesar
Presiden ke-32 Amerika Serikat, Franklin Delano Roosevelt (Creative Commons)

Liputan6.com, New York - Tepat hari ini pada tahun 1945, Presiden Amerika ke-32 Serikat Franklin D. Roosevelt meninggal dunia. Ia meninggal akibat stroke saat sedang berlibur di Warm Springs, Georgia.

Dikutip dari laman History.com, Kamis (12/4/2018), kematian Franklin D. Roosevelt ini juga menandai titik balik kritisnya hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Pria kelahiran New York, 9 Januari 1882 ini merupakan satu-satunya Presiden Amerika yang terpilih empat kali dalam masa jabatan dari tahun 1933. Demikian Today in History Liputan6.com kali ini. 

Semasa hidupnya, Franklin D. Roosevelt juga pernah mengalami hari-hari sulit. Mulai dari depresi hingga kondisi gawat Perang Dunia II.

Pada usianya yang ke-58 tahun, Roosevelt terpilih menjadi Presdien Amerika Serikat untuk yang ketiga kalinya secara berturut.

Roosevelt terpilih karena visi misinya yang akan membawa Amerika Serikat lebih netral dalam Perang Dunia II, yang saat itu tengah berkecamuk. "Jangan biarkan negara lain berkata bahwa Amerika mengirimkan tentaranya ke Eropa," ujar dia.

Namun demikian, di tengah desakan dan situasi yang semakin tidak kondusif, termasuk kondisi Inggris yang perekonomiannya tengah merosot, AS di bawah komando Roosevelt membantu sekutunya dengan memberi bantuan lewat UU Pemberian Pinjaman.

Saat itu, Inggris tengah morat-marit karena berperang dengan Jepang, Jerman dan negara aliansi Poros (Axis) lainnya. Dengan kondisi Inggris tersebut, AS pada akhirnya turun tangan dalam peperangan.

Terlebih, Jepang melancarkan serangan ke pangkalan militer AS, Pearl Harbour, pada 7 Desember 1941. Empat hari kemudian, 11 Desember 1941, Jerman dan Italia mendeklarasikan perang terhadap Negeri Paman Sam tersebut.

"Kami terpaksa melakukan tindakan penanggulangan jika Jepang semakin merambah serangannya ke Pasifik Barat Daya," ujar Roosevelt, setelah mendapat desakan dari publik untuk menurunkan tentaranya berperang.

Sementara itu, Presiden AS Franklin D. Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill tengah memperjuangkan Piagam Atlantic Charter yang nantinya menjadi dasar pendirian badan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Roosevelt juga tak lepas dari kontroversi. Salah satu keputusannya, yakni menuntut pihak lawan agar menyerah tanpa syarat, dianggap kurang tepat karena bisa berpotensi malah memperpanjang peperangan. Selain itu, Roosevelt juga dianggap masih terpengaruh Joseph Stalin, pemimpin Uni Soviet dalam mengambil beberapa keputusan.

Di hari yang sama pada 1961, Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang sukses menorehkan sejarah penjelajahan manusia ke angkasa luar.

Selain itu pada 12 April 1983, Harold Washington, terpilih sebagai Wali Kota Chicago. Ia adalah keturunan Afrika-Amerika pertama yang pernah memimpin salah satu negara bagian di Amerika Serikat itu.

 

Saksikan video pilihan berikut ini: