DK PBB Tak Loloskan 3 Rancangan Resolusi Penyelidikan Serangan Kimia di Suriah

Oleh Afra Augesti pada 11 Apr 2018, 15:35 WIB
Diperbarui 11 Apr 2018, 15:35 WIB
Nikki Haley

Liputan6.com, Geneva - Duta Besar Rusia untuk PBB meminta Barat untuk menahan rencana penyelamatan terhadap Suriah, setelah tiga resolusi penyelidikan dugaan serangan kimia gagal diloloskan.

Resolusi tersebut merupakan rancangan yang dibuat oleh Rusia sebagai pendukung utama Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW).

Resolusi ini didukung oleh 5 negara, yaitu Rusia, China, Ethiopia, Kazakhstan dan Bolivia; ditentang oleh 4 negara, yakni AS, Inggris, Prancis dan Polandia; sedangkan 6 negara menyatakan abstain.

Dubes PBB untuk Rusia, Vassily Nebenzia, berpendapat bahwa proposal itu dihalangi hanya karena berasal dari Rusia. Dubes Inggris untuk PBB, Karen Pierce, merupakan salah satu dari perwakilan empat negara yang menolak rancangan itu.

Dia mengatakan, pada dasarnya Inggris tidak dapat memilih rancangan buatan Rusia tersebut, karena Rusia tidak menetapkan penyelidikan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu.

"Penolakan AS dan sekutunya menunjukkan bahwa rekan-rekan Barat tidak memerlukan penyelidikan independen," tegas Nebenzia yang menyerukan Rusia untuk menahan diri terkait Suriah, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (11/4/2018).

Sebelumnya, AS, Inggris, dan Prancis menyerukan akan melakukan kudeta militer untuk menanggapi dugaan penggunaan bahan kimia di Douma, Suriah, pada Sabtu pekan lalu. Mereka yakin, serangan itu dilakukan oleh pasukan Suriah yang dengan sengaja menjatuhkan bom-bom bermuatan klorin ke rumah-rumah warga sipil.

Laporan ini disampaikan oleh White Helmets, The White Helmets -- yang secara resmi dikenal sebagai Syria Civil Defence -- organisasi sukarelawan yang beroperasi di Suriah dan Turki, serta daerah yang dikuasai pemberontak.

"Saya tegaskan sekali lagi untuk menahan diri Anda dari rencana penyelamatan Suriah," tandasnya.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Perseteruan AS Vs Rusia

Serangan Senjata Kimia Suriah
Petugas medis memberikan oksigen kepada bayi setelah diduga terkena serangan senjata kimia di Kota Douma, dekat Damaskus, Suriah, Minggu (8/4). PBB menyatakan pemerintah Suriah harus bertanggung jawab. (Syrian Civil Defense White Helmets via AP)

Sejalan dengan Inggris, Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, menyebut Rusia munafik. Draf yang diusulkan, katanya, tidak mencapai apa pun.

Sebelumnya pada hari Selasa, PBB menolak dua draf tentang Suriah yang diajukan oleh Rusia dan AS. Rusia, yang memveto draf AS, mengatakan bahwa draf itu dirancang untuk mewujudkan tindakan militer terhadap Suriah.

Nebenzia berpendapat, resolusi AS adalah upaya untuk membangkitkan Mekanisme Investigasi Gabungan (Joint Investigative Mechanism/JIM), yang mandatnya telah berakhir pada November dan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk melaksanakannya.

Rancangan tersebut juga mendesak Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, untuk membentuk badan investigasi baru dalam kurun waktu 30 hari.

OPCW mengumumkan bahwa pihaknya akan mengirim misi pencarian fakta ke Douma. Menurut Nebenzia, dua kelompok ahli pengawas kimia PBB akan berangkat ke Suriah pada akhir pekan ini.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait