Pekerjakan 7 Penyandang Gangguan Jiwa Jadi Pengemis, 2 Pria di China Ditangkap

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 06 Apr 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 06 Apr 2018, 16:00 WIB
Ilustrasi pengemis (AFP)

Liputan6.com, Daye - Seorang ayah beserta anak laki-lakinya ditangkap oleh polisi atas dugaan perbudakan yang telah mereka lakukan. Dua orang pelaku dilaporkan telah memperbudak tujuh orang yang mengalami gangguan mental untuk menjadi pengemis di jalanan kota.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Jumat (6/4/2018), polisi di wilayah Daye, provinsi Hubei menyebut bahwa tersangka bermarga Zhao.

Diduga, dua pelaku menculik tujuh orang itu tahun lalu dan memaksanya untuk tinggal di dalam sebuah truk dengan makanan seadanya.

Jika tujuh orang yang mengalami cacat mental itu tidak mematuhi peraturan maka pelaku tidak segan-segan untuk memukul mereka dengan tongkat.

"Seorang ayah dan putranya telah memperbudak penyandang gangguan mental untuk menjadi pengemis di jalanan," ujar polisi wilayah Daye.

"Kami melihat air kotor di mana-mana. Bau busuk pun juga menyeruak saat kami membuka pintu truk bagian belakang," tambahnya.

Pada bagian bak mobil truk sudah dimodifikasi. Dua pelaku membuat sejumlah rak-rak buatan sehingga tujuh pengemis itu bisa tidur di sana.

Pakaian ketujuh korban juga robek. Tempat tidur yang begitu kotor dan tak disediakannya akses ke kamar mandi. Sehingga bisa dikatakan ketujuh korban jarang atau tidak pernah mandi sama sekali.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi punya cara tersendiri. Sejumlah anggota diterjunkan untuk membuntuti beberapa pengemis tersebut. Sehingga polisi dapat menemukan di mana mereka tinggal.

Kini, kedua pelaku sudah diamankan. Mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika terbukti bersalah maka mereka akan dijebloskan ke dalam penjara.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pengemis Punya Uang Rp 22 Miliar

Ilustrasi pengemis
Ilustrasi (iStock)

Beda dengan di Kuwait, seorang pengemis berekening gendut ditangkap oleh polisi. Pengemis asing ini diamankan di dekat mesjid tempat ia beroperasi dan polisi menemukan rekening sebesar KD 500.000 atau sekitar Rp22 miliar.

"Polisi dalam patroli regularnya melihat seorang pria mengemis dan memohon kepada jemaat kalau dia tidak punya uang dan rumah," kata seorang anggota polisi seperti dikutip dari ArabNews.

"Pengemis itu segera diamankan karena telah melanggar hukum, dan saat investigasi ditemukan bahwa ia mempunyai sebuah akun bank dengan jumlah uang sangat besar," tambahnya.

Pada April lalu, Kuwait telah mendortasi 22 pengemis asing setelah mereka terbukti melakukan kekerasan saat mengemis. Polisi menemukan salah seorang pengemis menyamar sebagai perempuan untuk mendapat simpati lebih banyak dari orang-orang.

Orang tersebut telah beroperasi menyamar sebagai perempuan selama 5 bulan. Dalam pengakuannya kepada polisi, ia berhasil mengumpulkan uang sehari Rp 700 ribu sehari dan akan bertambah dua kali lipat di hari Jumat.

Polisi dalam keterangan resminya mengatakan ada 85% pengemis orang asing di Kuwait.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait