Australia Selidiki Kematian 2.400 Domba di Kapal Ekspor

Oleh Citra Dewi pada 06 Apr 2018, 14:31 WIB
Diperbarui 08 Apr 2018, 14:13 WIB
Domba

Liputan6.com, Canberra - Pemerintah Australia mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki penyebab kematian 2.400 domba yang diangkut sebuah kapal ekspor pada tahun lalu.

Menurut pemerintah Negeri Kanguru, hal tersebut terjadi setelah domba-domba itu berlayar dari Perth ke Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab pada Agustus 2017.

Dikutip dari BBC, Jumat (6/4/2018), jumlah domba yang mati sebesar 3,76 persen dari 63.800 domba yang berada di kapal. Angka tersebut dua kali lipat dari jumlah kematian yang memerlukan penyelidikan resmi.

Menteri Pertanian Australia David Littleproud mengaku terkejut saat melihat rekaman yang diberikan kepadanya oleh kelompok pejuang hak-hak binatang.

Menanggapi hal itu, Littleproud pun menyerukan agar perdagangan dilakukan dengan benar dan berkelanjutan.

"Adalah mata pencaharian petani Australia apa yang ada di kapal tersebut," kata Littleproud kepada Australian Broadcasting Corporation.

Namun, ia tidak memberikan rincian soal rekaman kejadian itu, yang dimiliki oleh Animals Australia. * 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 of 2

Ekspor Hewan Picu Perdebatan

Domba
Ilustrasi Foto Domba (iStockphoto)

Meski mengakui pentingnya perdagangan tersebut bagi petani, Littleproud mengatakan bahwa orang yang pertama kali melaporkan kejadian itu harus didukung untuk mengetahui oknum yang berbuat salah.

Ekspor hewan memang telah memicu perdebatan sengit di Australia.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia di Australia sebelumnya telah menyerukan penghentian ekspor hewan dengan pertimbangan keselamatan.

Pada 2011, Australia menangguhkan perdagangan langsung ke Indonesia selama enam bulan setelah sebuah film dokumenter memperlihatkan rekaman hewan yang diperlakukan dengan buruk.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait