DPR Galang Dukungan di Forum Parlemen Dunia untuk Dorong Indonesia Jadi Anggota DK PBB

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 25 Mar 2018, 16:31 WIB
Diperbarui 25 Mar 2018, 16:31 WIB
Anggota DPR RI dan delegasi Indonesia dalam salah satu sesi Sidang Uni Inter-Parlemen ke-138 atau The Inter-Parliamentary Union (IPU) 138th Assembly di Jenewa, Swiss (Biro Pers DPR-RI)
Perbesar
Anggota DPR RI dan delegasi Indonesia dalam salah satu sesi Sidang Uni Inter-Parlemen ke-138 atau The Inter-Parliamentary Union (IPU) 138th Assembly di Jenewa, Swiss (Biro Pers DPR-RI)

Liputan6.com, Jenewa - Ketua DPR Bambang Soesatyo memimpin delegasi Indonesia pada Sidang Uni Inter-Parlemen ke-138 atau The Inter-Parliamentary Union (IPU) 138th Assembly di Jenewa, Swiss yang berlangsung mulai Sabtu 24 Maret 2018 sampai hari ini.

Ada 12 anggota delegasi dan tiga penasihat dari Indonesia pada pertemuan yang melibatkan 146 negara itu.

Selain Bambang, ada pula dua Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Anggota delegasi lainnya adalah Nurhayati Assegaf, Bara Hasibuan, Budisatrio Djiwandono Ahmad Sahroni, Muhammad Misbakhun, Agun Gunanjar Sudarsa dan Johnny G Plate.

Sidang IPU ke-138 dihadiri langsung oleh 69 ketua parlemen. Total pesertanya mencapai 1.539 anggota delegasi.

Cari Dukungan Dorong RI Jadi Anggota Tak Tetap DK PBB

Bamsoet -- panggilan Bambang -- sebagai ketua delegasi RI juga menggelar pertemuan bilateral dengan perwakilan Argentina, Turki, Vietnam, Sudan serta ASEAN+3 pada hari pertama Sidang IPU ke-138.

Langkah itu untuk memperkuat lobi agar anggota IPU bisa mendukung Indonesia yang tengah mencalonkan diri untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) periode 2019-2020.

Dalam pertemuan itu, turut hadir Wakil Tetap RI di PBB Hassan Kleib.

"Kita berharap agar negara-negara anggota IPU memberikan dukungan terhadap pencalonan Indonesia di DK PBB," kata Bamsoet melalui layanan pesan dari Jenewa, Minggu 25 Maret 2018.

Bamsoet menjelaskan, persiapan dan kampanye Indonesia menuju pemilihan anggota tidak tetap DK PBB sudah dilaksanakan sejak tahun 2015.

"Kami berharap Indonesia dengan menjadi anggota tidak tetap DK PBB bisa lebih berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan damai termasuk di Asean," ucap Ketua DPR RI itu.

2 dari 2 halaman

Isu Lain

Anggota DPR RI dan delegasi Indonesia dalam salah satu sesi Sidang Uni Inter-Parlemen ke-138 atau The Inter-Parliamentary Union (IPU) 138th Assembly di Jenewa, Swiss (Biro Pers DPR-RI)
Perbesar
Anggota DPR RI dan delegasi Indonesia dalam salah satu sesi Sidang Uni Inter-Parlemen ke-138 atau The Inter-Parliamentary Union (IPU) 138th Assembly di Jenewa, Swiss (Biro Pers DPR-RI)

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, ketika bertemua Ketua Parlemen Argentina Federico Pinedo juga menekankan komitmen Indonesia untuk mendorong negeri di Amerika Latin itu mengakses Treaty Amity and Cooperation (TAC) ASEAN.

Sedangkan saat bertemu Parlemen Myanmar, delegasi Indonesia membahas penanggulangan terorisme, kejahatan kemanusiaan, dan pengungsi Rohingya di Bangladesh.

"Parlemen Indonesia terus mendesak pemerintah Myanmar untuk menciptakan stabilitas dan menghentikan kekerasan di Rakhine," tutur Bamsoet.

Sedangkan Bamsoet saat pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Vietnam Nguyen Thi Kim Nga menyampaikan harapannya agar salah satu anggota ASEAN itu bekerja sama dengan Indonesia dalam pemberantasan illegal fishing.

Terkait pertemuan dengan Ketua Parlemen Turki Ismail Kahraman, Bamsoet mengharapkan Turki dan Indonesia terus bekerja sama dalam mengatasi krisis Rohingya khususnya di forum Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Bamsoet mengatakan, Kahraman menyambut baik ajakan Indonesia dan berharap saling bersinergi dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina dan Rohingya.

Lanjutkan Membaca ↓