Ini 5 Zat yang Bisa Bikin Manusia Kecanduan Parah, termasuk Narkoba

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 23 Mar 2018, 20:12 WIB
Diperbarui 23 Mar 2018, 20:12 WIB
Mengintip Lebih Dekat Kehidupan Pecandu Heroin di Philadelphia
Perbesar
Seorang pria menyuntikkan heroin di lenganya di kawasan yang menjadi pusat penggunaan heroin di Kensington, Philadelphia (24/1). DEA Amerika Serikat juga menjelaskan jumlah korban jiwa tahun ini diperkirakan makin menambah.(Spencer Platt/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jenis narkoba (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya) apa yang paling membuat seseorang sangat kecanduan?

Jawabannya sangat sulit untuk ditentukan. Karena, berbagai riset memiliki tolak ukur yang berbeda-beda dalam menentukan jawaban tersebut.

Tolak ukur itu dapat berupa; efeknya bagi pecandu, harganya di pasaran, seberapa cepat Narkoba itu dalam memicu hormon dopamin di otak, hingga seberapa mudah zat tersebut membuat orang ketagihan.

Namun, tim riset yang satu ini punya metode lain yang dianggap lebih representatif dalam menentukan tolak ukur tersebut.

Tim riset yang dipimpin oleh David Nutt dari Imperial College London menggunakan metode wawancara terhadap panel pakar dan ilmuwan yang menggeluti studi kecanduan.

Temuan itu kemudian dituangkan oleh Nutt dan kawan-kawan dalam sebuah makalah ilmiah yang dipublikasikan oleh The Lancet General Medical Journal.

Merujuk pada penelitian itu, berikut, 5 narkoba yang paling membuat seseorang sangat kecanduan dan dampaknya bagi otak para pecandu, seperti dirangkum dari The Independent's Indy 100 (23/3/2018).

2 dari 6 halaman

1. Heroin

Mengintip Lebih Dekat Kehidupan Pecandu Heroin di Philadelphia
Perbesar
Seorang pria menggunakan heroin di bawah jembatan yang menjadi pusat penggunaan heroin di Kensington, Philadelphia (24/1). Menurut DAE Amerika Serikat, penggunaan heroin telah berlipat ganda di seluruh negeri sejak 2010. (Spencer Platt/Getty Images/AFP)

Nutt dan tim menetapkan heroin sebagai zat yang paling membuat seseorang sangat kecanduan, dengan skor 3 (dari maksimal 3).

Sebagai turunan opium, heroin mampu membuat kadar hormon dopamin dalam otak hewan laboratorium meningkat hingga 200 persen dari kadar normal.

Selain itu, heroin juga ditetapkan sebagai narkoba yang paling berbahaya dibanding zat lainnya, karena meningkatkan risiko kematian hingga 5 kali lipat bagi manusia.

Dari segi kesehatan masyarakat, heroin juga disebut sebagai narkoba yang paling merusak.

3 dari 6 halaman

2. Kokain

400 Kilogram Kokain Ditemukan di Kedubes Rusia di Argentina
Perbesar
Petugas keamanan Argentina menyita 400 kilogram kokain dari Kedutaan Besar Rusia di Buenos Aires, Argentina (22/2). Belum diketahui siapa bandar narkoba yang berada di balik kasus itu. (HO / Argentina's Security Ministry / AFP)

Kokain secara langsung mengintervensi hormon dopamin pada otak, memicu rasa senang berlebih dan memutus sensor realitas pada manusia.

Sekali pakai, kokain akan langsung memicu rasa ketergantungan. Karena, dapat memicu hormon dopamin pada seseorang meningkat tiga kali lipat dari kadar normal -- menurut tes terhadap hewan laboratorium.

Menurut data, sekitar 21 persen total pengguna kokain di seluruh dunia menjadi pecandu cukup dengan hanya satu kali mencobanya.

Saat ini, kokain menjadi salah satu zat yang paling banyak membuat orang kecanduan. Sekitar 14 - 20 juta orang di dunia telah menggunakan kokain, menurut data tahun 2009.

Oleh karena itu, dalam risetnya, Nutt dan timnya menetapkan kokain sebagai zat nomor dua yang paling membuat seseorang kecanduan.

4 dari 6 halaman

3. Nikotin

merokok saat hamil (iStock)
Perbesar
Ilustrasi merokok saat hamil (iStockphoto)

Nikotin adalah komposisi utama dari tembakau yang biasa diolah menjadi rokok.

Lewat asap rokok yang diisap, nikotin masuk ke dalam paru-paru, diserap, dan dialirkan ke otak.

Sampai di otak, nikotin akan memicu hormon dopamin pada manusia meningkat hingga sekitar 25 - 40 persen dari kadar normal -- tergantung pada berapa miligram nikotin yang diisap.

Saat ini, hampir sekitar 1 miliar orang di dunia adalah perokok aktif.

Dalam risetnya, Nutt dan tim risetnya menetapkan nikotin sebagai zat nomor tiga yang paling membuat seseorang kecanduan.

5 dari 6 halaman

4. Barbiturat

Ilustrasi barbiturat (iStockphoto via Google Images)
Perbesar
Ilustrasi barbiturat (iStockphoto via Google Images)

Barbiturat (nama generik) atau yang dikenal dengan nama jalanan berupa bullet, gorillas, nembies, barbs, atau pink ladies itu berada dalam urutan keempat.

Sejatinya, zat itu digunakan untuk mengobati individu yang mengalami serangan cemas dan kesulitan tidur.

Bahkan, dijual di berbagai toko-toko farmasi dengan nama generik beragam seperti; amobarbital, pentobarbital, fenobarbital, tuinal, atau sekobarbital.

Dalam dosis rendah, Barbiturat mampu memicu euforia alias rasa senang berlebih pada manusia.

Namun, dalam dosisi tinggi, Barbiturat mampu menghambat sistem respirasi. Pada kondisi ekstrem, penggunaan berlebihan mampu membuat orang meninggal dunia.

Di samping ketergantungannya yang tinggi, faktor lain yang membuat Barbiturat duduk di peringkat empat adalah kemudahannya untuk diperoleh dan diperjualbelikan.

6 dari 6 halaman

5. Alkohol

Bea Cukai Banten Sita Produk Ilegal Senilai Rp 17 M
Perbesar
Petugas Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Banten menunjukkan rokok dan minuman beralkohol ilegal di Banten (6/3). Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan atas penangkapan ini lebih dari Rp 17 miliar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Duduk di peringkat lima, alkohol memiliki skor tingkat ketergantungan 1,9 dari maksimal 3 menurut riset Nutt dan tim.

Menurut riset, konsumsi alkohol mampu meningkatkan hormon dopamin meningkat sekitar 40 - 360 persen, tergantung pada kadar ABV (alcohol-by-volume) pada produk tersebut.

Semakin banyak dikonsumsi, kadar hormon dopamin akan semakin terus meningkat.

Menurut data, sekitar 22 persen total peminum alkohol di seluruh dunia bertendensi menjadi pecandu berat.

Saat ini, WHO menaksir bahwa ada sekitar 2 miliar orang di dunia telah mengonsumsi alkohol.

Di sisi lain, alkohol telah menyebabkan kematian bagi 3 juta orang pada 2012.

Lanjutkan Membaca ↓