Dapat Sumbangan Laptop, Guru di Ghana Tak Perlu Gambar Komputer di Papan Tulis

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 19 Mar 2018, 20:20 WIB
Owura Kwadwo, guru di Ghana tetap semangat mengajarkan penggunaan komputer pada muridnya (Facebook/Owura Kwadwo Hottish)

Liputan6.com, Ashanti - Beberapa waktu lalu, seorang guru di Ghana, Afrika menyentuh hati banyak pengguna media sosial di seluruh dunia. Kecintaanya pada dunia pendidikan membuat pria satu ini melakukan segala cara agar murid-muridnya menjadi pintar.

Dikutip dari laman AsiaOne, Senin (19/3/2018), karena tak memiliki fasilitas yang mumpuni, Richard Appiah Akoto menggambar layar komputer sedemikian detail di papan tulis.

Namun, guru mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi tak lagi risau. Sebab, ada sejumlah dermawan yang mau membantunya.

"Staf dan siswa di Betenase Ashanti Junior High School, Ghana mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Amirah Alharthi dari University of Leeds karena telah menyumbangkan sebuah laptop ke sekolah tempat saya mengajar," ujar Richard Appiah Akoto dalam akun Facebook-nya.

Rezeki Richard Appiah Akoto dan murid-murid tak berhenti di situ saja. Beberapa hari kemudian, ia dan siswa di sekolah Ghana kembali menerima sumbangan kedua dalam bentuk komputer desktop.

"Sumbangan kedua telah kami terima," tulis Richard Appiah Akoto pada 12 Maret lalu.

Kini, sudah ada lima buah komputer yang sekolah itu terima untuk proses pembelajaran.

Selain mendapat bantuan komputer dan laptop, guru berhati mulia ini berkesempatan untuk terbang ke Singapura guna menghadiri Konferensi Global Exchange Summit Microsoft yang diselenggarakan dari tanggal 13 sampai 15 Maret 2018.

"Sungguh saya menghargai apa yang telah dilakukan orang Singapura kepada saya," ujar Richard Appiah Akoto.

Kini, Richard Appiah Akoto kembali ke Ghana untuk kembali mengajar. Dengan total komputer laptop dan komputer yang ia terima serta keikutsertaannya di dalam forum internasional dapat membuatnya semangat mengajar.

2 of 2

Guru Tewas Saat Selamatkan Murid

Penembakan Terjadi di SMA Amerika Serikat
Siswa tampak terguncang setelah terjadi penembakan massal yang mengguncang sekolah menengah atas Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, Rabu (14/2). Pelaku penembakan menyerahkan diri tanpa perlawanan kepada polisi. (Michele Eve Sandberg/AFP)

Perjuangan seorang guru tak hanya soal cara mereka mengajar agar murid menjadi pintar. Seorang guru bahkan rela kehilangan nyawa demi menyelamatkan murid-muridnya.

Hal demikian pernah terjadi beberapa waktu lalu di Florida, Amerika Serikat.

Kasus penembakan ini setidaknya menewaskan 17 orang dan 17 lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam insiden yang terjadi di Marjory Stoneman Douglas High School, Florida.

Insiden tersebut menimbulkan trauma bagi para murid, salah satunya adalah seorang siswi bernama Alex.

Kala itu, ia dan teman-temannya sedang berada di tangga menuju ke kelas. Seorang guru kemudian membuka pintu ruangan tersebut untuk menyembunyikan Alex dan teman-temannya dari pelaku.

Malangnya, ketika guru tersebut hendak mengunci pintu kelas untuk mencegah pelaku masuk, ia justru tewas ditembak.

"Kami semua sedang ke atas dan menuju kelas, ia (guru) membuka pintu dan saya serta yang lain pun berlari masuk, ketika ia menutup pintu, ia tertembak dan tewas di sana," ujar Alex seperti dikutip dari News.com.au.

Ia mengatakan bahwa pintu tersebut tak sempat terkunci dan pelaku penembakan sekolah bisa saja masuk. Namun, seluruh siswa bersembunyi atau berbaring di lantai sehingga tidak diketahui oleh pelaku.

Ibu Alex menaku, saat menyadari guru putrinya tewas membuatnya lara.

"Ia (guru) mencoba untuk mengunci pintu dan mengamankan anak-anak dan ditembak," ujar ibu dari Alex.

Alex merupakan satu di antara ratusan siswa yang terjebak di dalam sekolah saat penembakan sekolah Florida terjadi.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait