Skandal Kartu Kredit, Presiden Wanita Satu-satunya di Afrika Mundur

Oleh Tanti Yulianingsih pada 19 Mar 2018, 10:11 WIB
Diperbarui 19 Mar 2018, 10:11 WIB
Presiden Mauritius di Afrika, Ameenah Gurib-Fakim. (AP)
Perbesar
Presiden Mauritius di Afrika, Ameenah Gurib-Fakim. (AP)

Liputan6.com, Port Louis - Presiden Mauritius di Afrika akan mengundurkan diri pekan ini terkait skandal kartu kredit. Pengacaranya mengatakan bahwa ia mundur atas klaim penggunaan pribadi dari kartu kredit pemberian sebuah LSM.

"Ameenah Gurib-Fakim, satu-satunya kepala negara perempuan di Afrika, mengajukan pengunduran dirinya demi stabilitas negara," kata pengacaranya, Yousouf Mohammed dalam sebuah wawancara dengan kantor berita lokal ION seperti dikutip dari CNN, Senin (19/3/2018).

Mohammed menambahkan bahwa Presiden wanita satu-satunya di Afrika itu akan mundur pada 23 Maret.

Ameenah Gurib-Fakim menjadi presiden sejak 2015. Karir politiknya terguncang setelah media lokal menerbitkan laporan bahwa dia menggunakan kartu kredit yang diberikan kepadanya dari Planet Earth Institute (PEI) pada tahun 2016 untuk keperluan pribadi.

Gurib-Fakim ​​dituduh menghabiskan hingga US$ 26.000 atau sekitar Rp 358 juta untuk membeli perhiasan dan pakaian menggunakan kartu kredit yang disediakan oleh LSM tersebut -- yang didirikan oleh seorang bankir Angola terkait kepentingan bisnis di Mauritius, Afrika.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Gurib-Fakim ​​menolak mengundurkan diri dan membantah telah melakukan kesalahan yang dituduhkan kepadanya.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat 16 Maret oleh kantor presiden menjelaskan bahwa dia secara tidak sengaja menggunakan kartu kredit dari Planet Earth Institute. Sebab dia memiliki kartu serupa.

Ia lalu dikabarkan segera melunasi tagihan tersebut ke PEI saat laporan tagihan tersebut diungkap.

"Ameenah Gurib-Fakim ​​tidak pernah menerima hadiah, gaji atau bantuan dari Planet Earth Institute. Dia sangat terkejut menjadi subyek serangan kejam ...," demikian menurut salah satu penggalan pernyataan tersebut.

Presiden wanita satu-satunya di Afrika itu ​​ditunjuk menjadi dewan PEI yang berbasis di London  pada tahun 2015, namun ia mengundurkan diri dua tahun kemudian pada 2017.

 

 

Saksikan juga video berikut:

 

2 dari 2 halaman

Penggantian Tagihan

Gesek Mesin Kartu Kredit
Perbesar
Ilustrasi kartu kredit. (iStockphoto)

PEI sebelumnya juga memposting sebuah pernyataan di situs mereka atas mundurnya Presiden Ameenah Gurib-Fakim, pemenang Penghargaan L'Oréal-UNESCO untuk Wanita dalam bidang Ilmu Pengetahuan.

Gurib-Fakim mundur pada 20 Maret 2017.

"PEI menerima pengunduran diri Prof. Gurib-Fakim ​​pada 20 Maret 2017. Dia telah membayar kembali tagihan yang tampaknya tidak sengaja digunakan pada kartu kredit dari kami untuknya teruntuk biaya logistik saat bepergian mempromosikan sains, teknologi dan inovasi Afrika." tulis lembaga tersebut.

PEI, lembaga ini diakreditasi oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan misi scientific independence of Africa.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait