Kontroversi Temuan Makam Siti Hawa di Arab Saudi

Oleh Liputan6.com pada 15 Mar 2018, 23:00 WIB
Makam Hawa

Liputan6.com, Jeddah - Klaim bahwa makam Hawa, wanita pertama di dunia dan ibu dari semua manusia, berada di Pemakaman Hawa di Jeddah, Arab Saudi, memicu kontroversi. 

Dilansir Arab News yang dikutip Dream.co.id, Rabu 14 Maret 2018, tim investigasi mengaku kesulitan untuk menemukan makam yang dimaksud, saat bertandang ke Pemakaman Hawa yang berlokasi di Ammaria, Jeddah bagian tengah. Sebagian pihak mengklaim, Hawa dimakamkan di pemakaman tersebut.

Banyak kalangan akademisi membantah kabar burung itu, karena tidak ada bukti kuat untuk mendukung klaim tersebut, apalagi menentukan tanggal pasti wafatnya Hawa. 

Menurut sesepuh yang tinggal di sekitar makam, Pemakaman Hawa sudah berumur ribuan tahun. Sementara itu, Mohammed Youssef Trabulsi, yang menulis sebuah buku sejarah tentang Jeddah menjelaskan, semua referensi sejarah mengakui Hawa datang ke Jeddah di beberapa titik pada masa lampau.

Namun, lokasi pasti makamnya masih banyak diperdebatkan. Pemakaman tersebut memang telah berusia sangat tua. Sejumlah sejarawan dan pengelana Islam bahkan mengatakan bahwa pemakaman itu berasal dari Abad ke-9 Hijriyah.

Adnan Al-Harthi, profesor peradaban di Universitas Umm Al-Qura di Mekkah, Arab Saudi, mengutarakan pendapat ilmiahnya mengenai masalah keberadaan makam Hawa di Jeddah. Ia menjelaskan bahwa Ibn Jubair, seorang ahli geografi Arab dan pengelana dari Abad ke-6 Hijriyah, pernah menyebutkan sebuah makam berkubah.

Selama kunjungannya ke Jeddah itu, Ibn Jubair melihat sebuah kubah tua yang dikatakan sebagai rumah Hawa.

Selain Ibn Jubair, pengelana Arab lainnya, Ibnu Battuta, juga melihat kubah tua selama perjalanannya ke Jeddah pada abad ke 7 Hijriyah.

Al-Harthi mengatakan, sebuah sumber mengkonfirmasi bahwa tempat tinggal Adam dan Hawa adalah di Mekkah, namun tidak ada bukti bahwa Hawa dimakamkan di Jeddah.

Sejumlah sejarawan dan pengelana mengisahkan banyak cerita tentang wanita pertama di dunia. Mereka juga menunjukkan bahwa lokasi makam Hawa memang ada di pemakaman tersebut. Beberapa sumber bahkan mengidentifikasi dimensi makam tersebut, lengkap dengan gambarnya, di dalam sebuah buku.

Muhammad Al-Makki, seorang sejarawan, menulis dalam bukunya "The True History of Makkah and the Noble House of God" bahwa Pemakaman Hawa dahulu sering menerima banyak pengunjung selama musim haji.

Jemaah haji biasa pergi ke sana setelah melakukan ritual haji. Mereka seringkali ditipu oleh segelintir orang yang menjual segenggam tanah pemakaman untuk dibawa pulang ke rumah sebagai cendera mata.

Terlepas dari cerita-cerita ini, beberapa sejarawan meragukan keberadaan makam Hawa di pemakaman tersebut.

Penulis Arab Saudi kontemporer, Muhammad Sadiq Diab, dalam bukunya "Jeddah: Sejarah dan Kehidupan Sosial", mengatakan, "Tidak ada bukti sahih untuk mengkonfirmasi keberadaan makam Hawa di pemakaman tersebut. Saya pikir itu hanya mitos."

Kisah klasik lainnya menjelaskan, dulu ada tiga kubah yang dibangun di salah satu makam besar di dalam pemakaman. Ketiganya diyakini sebagai makam Hawa. Tapi sekarang tidak ada kubah di pemakaman tersebut, semua makam bentuknya rata dan tidak ada yang menunjukkan keberadaan makam Hawa.

 

Penulis: Eko Huda S

Sumber: Dream.co.id