Dua Masjid di London Mendapat Status Perlindungan Setara Istana Inggris

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 14 Mar 2018, 19:20 WIB
London Central Mosque meriah status cagar bangunan setingkat istana Inggris (AFP)

Liputan6.com, London - Dua buah masjid di London baru saja mendapat status cagar bangunan yang dilindungi dari Kementerian Digital, Budaya, Media, dan Olahraga Kerajaan Inggris.

Penetapan status tersebut didasarkan pada alasan bahwa kedua masjid memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi perkembangan Kota London.

Dilansir dari BBC pada Rabu (14/3/2018), dua masjid penerima status terkait adalah London Central Mosque dan Islamic Cultural Centre in Regent’s Park.

Dalam siaran resminya, pemerintah Inggris menyebut dua masjid tersebut berperan lebih dari sekedar tempat peribadatan, melainkan juga sebagai partisipan aktif dalam perkembangan budaya majemuk di Greater London.

Menurut sejarah, rencana pembangunan London Central Mosque pertama kali dicetuskan pada 1910. Namun baru benar-benar akan serius dibangun pada dekade 1940-an, yakni ketika Perdana Menteri Winston Churchill menawarkan sebidang tanah di selatan London.

Masjid yang akhirnya dibangun menjelang akhir dekade 1970-an itu mampu menampung ribuan Jemaah, memiliki sebuah kubah raksasa, dan sebuah minaret setinggi 44 meter.

Adapun Islamic Cultural Center merupakan sebuah pusat berkumpulnya komunitas Muslim lintas bangsa di London yang selesai dibangun pada 2008 lalu. Tempat ini juga pusat interaksi budaya Muslim terbesar di kawasan Eropa Bara.

Kedua masjid tersebut kini berhak menyandang status tingkat satu, yang berarti pemeliharaannya serupa dengan istana-istana bersejarah milik Kerajaan Inggris.

 

Simak video tentang aksi sosial yang dilakukan oleh pemuda Muslim Inggris berikut: 

1 of 2

Open House Tahunan Komunitas Muslim Inggris

20170611-Muslim Inggris Bagikan Mawar di Jembatan London-AFP
Seorang muslim membagikan bunga mawar disertai sebuah pesan kepada pejalan kaki di London Bridge, Minggu (11/6). Ribuan bunga mawar yang dibagikan sebagai solidaritas atas teror London itu merupakan hasil donasi para warga Muslim. (Ben STANSALL/AFP)

Sementara itu, setiap tahunnya, ratusan masjid di Inggris mengadakan agenda open house kepada pengunjung non-Muslim.

Kegiatan yang telah dilakukan sebanyak tiga kali itu bertujuan memberi kesempatan khalayak luas, untuk memahami Islam dengan lebih baik.

Masyarakat bisa mengunjungi masjid-masjid di Inverness hingga Plymouth. Sebagian besar berada di kota-kota yang memiliki populasi muslim yang besar.

Namun, ada juga masjid-masjid yang lebih kecil, Craven Arms di Shropshire, Bangor di Wales utara, Belfast, dan Maidenhead -- daerah pemilihan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Penyelenggara akan menjelaskan prinsip dasar Islam, ritual, dan pengaruh dari keyakinan dalam kehidupan sehari-hari umat.

Masjid-masjid juga akan menunjukkan kegiatan sosial yang mereka lakukan, seperti mendistribusikan makanan, serta membantu para tunawisma dan pengungsi.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait