Wonderful Indonesia Pikat Norwegia pada Pameran Wisata 2018 di Oslo

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 05 Mar 2018, 08:42 WIB
Pameran Wisata Indoensia di KBRI Oslo berjalan Sukses (KBRI Oslo)

Liputan6.com, Oslo - Di tengah dinginnya suhu minus 13 derajat Celcius, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Norwegia di Oslo, menggelar kegiatan promosi bertajuk ‘Indonesia Tourism Gathering 2018’.

Acara yang didukung oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan The Association of the National Tourist Offices Representatives in Norway (ANTOR) itu diselenggarakan pada hari Kamis, 1 Maret 2018, lalu.

Kegiatan ini menghadirkan Suarti Ubud Resort bersama tiga operator wisata terpilih. Sebanyak 75 peserta yang hadir di acara ini berasal dari pejabat pemerintah, penggiat industri wisata kedua negara, media massa, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam acara tersebut, para operator wisata dan pengelola hotel serta resort asal Indonesia, berhasil melakukan pertemuan tatap muka dengan mitra-mitra kerja di Norwegia.

"Sesuai informasi ANTOR Norway (pasca kegiatan), melalui ajang promosi kali ini, termasuk perkiraan efek berantainya, kita berhasil menjaring sekitar 300an wisman potensial Norwegia yang akan berkunjung ke Indonesia pada tahun 2018," ujar Nilton Amaral, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo dalam pernyataan pers yang diterima Liputan6.com.

Menurut Raden Wisnu Lombardinanto, Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Oslo, total pengeluaran per kunjungan wisatawan Norwegia di luar negeri rata-rata mencapai Norwegian Kroner 41,850, atau sekitar USD 5,318 per orang, selama sekitar 10 hari di Indonesia.

Jika separuh dari jumlah tersebut digunakan untuk pembelian tiket pesawat, diperkirakan kunjungan calon wisatawan Norwegia ke Indonesia diharapkan dapat menyumbang hampir sekitar US$ 800 ribu, atau sekitar Rp 11 miliar,

 

 Simak video tentang indahnya alam Flores di Indonesia bagian timur berikut:

2 of 2

Ada Potensi Sangat Besar dalam Kerjasama Indonesia dan Norwegia

Kota Oslo
Kota Oslo, Norwegia (iStockphoto)

Dalam kegiatan terkait, promosi wisata Indonesia dilakukan secara komprehensif, menampilkan ragam kuliner dan budaya, sekaligus menyajikan produk dari seluruh penjuru Nusantara.

Contoh berbagai produk Indoensia yang banyak beredar di Norwegia juga disajikan kepada para peserta, seperti mie instan ABC, Indomie, permen, kecap dan bumbu-bumbu masak.

"Promosi produk RI yang telah diterima dengan baik oleh masyarakat Norwegia, seperti mie instan dengan kandungan minya kelapa sawit sebagai salah satu bahan bakunya, perlu kita manfaatkan sebagai salah satu strategi 'white-campaign' dan penyebarluasan informasi terkait sustainable palm-oil Indonesia di wilayah akreditasi,” ujar Nilton Amaral.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menggarisbawahi besarnya potensi dan perkembangan terbaru investasi di Indonesia, termasuk di bidang infrastruktur sektor pariwisata dan maritim, yang disambut antusias oleh calon-calon investor potensial Norwegia.

Partisipasi aktif para peserta meskipun dalam cuaca sangat dingin tersebut menunjukan kinerja diplomasi ekonomi KBRI Oslo yang berjalan dengan baik. 

Kegiatan promosi terpadu Trade-Tourism-Investment (TTI) tersebut juga telah mendulang pujian dari peserta, antara lain tertuang dalam hasil survei yang dibagikan selama acara berlangsung. 

“Kami berterima kasih atas dukungan dan kerja sama yang sangat baik dari semua pihak dalam penyelenggaraan ajang promosi komprehensif Trade-Tourism-Investment (TTI) ini, dan berkomitmen untuk terus melakukan upaya diplomasi ekonomi di wilayah akreditasi secara optimal, termasuk melalui pelaksanaan berbagai upaya-upaya terobosan yang inovatif”, tutup Nilton Amaral.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by