Cyril Ramaphosa jadi Presiden Baru Afrika Selatan

Oleh Citra Dewi pada 16 Feb 2018, 11:07 WIB
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa

Liputan6.com, Cape Town - Pemimpin Partai African National Congress (ANC), Cyril Ramaphosa, telah disumpah sebagai Presiden baru Afrika Selatan. Hal itu dilakukan setelah Jacob Zuma mengundurkan diri sebagai orang nomor satu di negara tersebut pada 14 Februari 2018.

Sebelum disumpah, Ramaphosa merupakan wakil dari Zuma. Pada Desember 2017, ia terpilih menjadi ketua ANC, mengalahkan kandidat pilihan Zuma yang merupakan mantan istrinya sendiri, Nkosazana Dlamini-Zuma.

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/2/2018), Ramaphosa dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Afrika. Pria berusia 65 tahun itu diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 450 juta atau sekitar Rp 6,07 triliun.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu, pernah ditahan dua kali selama tahun 1970-an karena menentang apartheid. Pada 1982, ia meluncurukan serikat buruh paling kuat di Afrika Selatan, Nation Union of Mineworkers.

Pria asal Soweto itu menjabat sebagai juru runding utama ANC menjelang transisi Afrika Selatan menuju demokrasi. Ia juga merupakan ketua komite yang memfasilitasi pembebasan mantan Presiden Nelson Mandela dari penjara pada tahun 1990.

Harapannya untuk bisa menjadi wakil Mandela terpaksa musnah setelah Mandela lebih memilih Thabo Mbeki.

Ramaphosa kemudian beralih ke bisnis pada pertengahan 1990-an. Ia merupakan pemilik waralaba McDonald's di Afrika Selatan, menduduk posisi dewan di pertambangan platinum Lonmin dan operator seluler MTN.

Sejumlah kontroversi pernah menyelimuti Ramaphosa. Ia adalah seorang direktur di Lonmin saat terjadi pembantaian di Marikana pada 2012, di mana 34 pekerja tambang tewas dalam aksi mogok kerja.

2 of 2

Jacob Zuma Mengundurkan Diri

Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, mengundurkan diri di tengah tekanan dari Partai ANC.
Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, mengundurkan diri di tengah tekanan dari Partai ANC. (AP Photo/Themba Hadebe)

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mengundurkan diri pada 14 Februari 2018. Langkah itu diambil setelah ia mendapat tekanan dari partainya sendiri.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, Zuma mengatakan bahwa ia akan berhenti bertugas sebagai presiden dengan segera. Namun, ia mengaku tidak sejalan dengan partainya, African National Congress (ANC).

Dimuat BBC, sebelum menyampaikan soal pidato pengunduran dirinya, Zuma membukanya dengan tertawa dan bergurau dengan sejumlah awak media, bertanya mengapa mereka terlihat sangat serius.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan kerja yang telah mendampinginya selama beberapa tahun, Jacob Zuma mengatakan bahwa perpecahan di dalam ANC mempengaruhi keputusannya untuk mengundurkan diri.

"Tak ada satu pun nyawa yang hilang atas nama saya, dan juga ANC tidak boleh terbagi kareana saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai presiden republik dengan segera."

"Meskipun saya tidak setuju dengan keputusan pemimpin organisasi saya, saya selalu menjadi anggota disiplin ANC."

"Saat saya keluar, saya akan terus melayani masyarakat Afrika Selatan dan juga ANC, organisasi yang saya layani...sepanjang hidup saya," demikian pidato Zuma yang disampaikan pada 14 Februari 2018 waktu setempat.

Pria berusia 75 tahun yang telah menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 2009 itu menghadapi sejumlah tuduhan kasus korupsi.

Pada Rabu 14 Februari 2018 pagi, polisi menggeledah rumah keluarga Gupta yang dikenal akan kekuasaan dan kekayaannya. Keluarga tersebut memiliki hubungan dekat dengan Jacob Zuma.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓