Korea Utara, Sahabat Sekaligus Musuh bagi Korea Selatan

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada pada 11 Feb 2018, 15:10 WIB
Korea Selatan dan Korea Utara tampil bersama di bawah bendera unifikasi di Olimpiade Musim Dingin 2018 (Instagram/@pyeongchang2018)

Liputan6.com, Seoul - Suka tidak suka, Korea Utara (Korut) tetap akan menjadi bagian besar dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyeongChang.

Dilansir dari laman CNN pada Minggu (11/2/2018), Korea Utara disebut akan terus diperbincangkan di seantero Korea Selatan (Korsel)

Ada tiga hal utama yang memicu pembahasan luas tersebut, yakni menunjukkan kemampuan handal para atlet taekwondo, mengibarkan bendera mereka di perkampungan atlet -- yang sebenarnya dilarang di negeri ginseng, dan menampilkan pertunjukan budaya pada seremoni pembukaan Olmipade Musim Dingin.

Meskipun begitu, kemana pun para delegasi Korea Utara berada di Korsel, mereka kerap diikuti oleh beberapa kelompok kecil pendemo, yang jelas menunjukkan konflik di antara kedua negara.

Namun di sisi lain, masih ada sekerumunan kecil orang yang berbangga hati mengibarkan bendera putih dan biru, bendera yang melambangkan harapan reunifikasi Korut dan Korsel. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang menyanyikan lagu-lagu sambutan kepada para delegasi Korut.

Salah satu momen dramatis yang terekam media adalah pasca-tampilnya Samjiyon Orchestra -- kelompok orkestra Korea Utara yang berisikan 140 orang anggota -- di salah satu agenda pesta pembukaan Olmipade 2018 di kota Gangneung di wilayah PyeongChang.

"Saya tidak bisa menahan haru, hasil jepretan kamera saya banyak yang kabur karena bergetar selama pertunjukkan musik tadi," ujar Jang Ok, seorang pekerja kereta api Korsel berusia 52 tahun.

"Saya berharap Oimpiade ini dapat memberi peluang lebih besar terhadap negosiasi dan reunifikasi," lanjutnya.

Meski Korea Utara dan Korea Selatan telah dipisahkan oleh Zona Demiliterisasi selama lebih dari 60 tahun, masyarakat di kedua negara masih berbagi kesamaan dalam bahasa, etnisitas, budaya, dan bahkan dalam banyak kasus, sejarah keturunan keluarga.

 

Simak video tentang detik-detik aksi pembelotan yang dilakukan oleh tentara Korea Utara berikut: 

 

1 of 2

Tim Gabungan Hoki Es Korea Dikalahkan Swiss

Bendera Korea Utara dan Korea Selatan berkibar berdampingan - AFP
Bendera Korea Utara dan Korea Selatan berkibar berdampingan - AFP

Sementara itu, sejarah mencatat untuk pertama kalinya Korea Utara dan Korea Selatan bergabung dalam satu tim olahraga, yakni tim hoki es wanita, yang bertanding melawan Swiss pada Sabtu, 10 Februari 2018.

Pertandingan yang menyita perhatian luas publik internasional itu berakhir dengan kemenangan 0-8 oleh Swiss.

Tim gabungan kedua negara tersebut pertama kali dibentuk pada 25 Januari lalu, dan langsung bertanding 16 hari setelahnya, dalam babak penyisihan hoki es wanit grup B di Olimpiade Musim Dingin PyeongChang.

Dalam pertandingan tersebut, Presiden Korea Selatan Moon Jae-In dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, tampak hadir di bangku penonton.

Meski gagal meraih kemenangan, banyak khalayak berpendapat hal itu dapat menjadi kemajuan yang baik bagi perdamaian di semenanjung Korea.

Lanjutkan Membaca ↓
Kula TenyahoKula Tenyaho

Seharusnya utara dan selatan itu bersatu, satu negara.Yang jadi kendala adalah orang-orang yang kena empok AS dan kepentingan AS.