Hijrah ke Selandia Baru, Sopir Taksi Asal Indonesia Laku Berat

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 25 Jan 2018, 16:03 WIB
Diperbarui 27 Jan 2018, 15:13 WIB
Riadi Subagya adalah seorang pria asal Indonesia yang berprofesi sebagai sopir taksi di Selandia Baru (MONIQUE FORD)

Liputan6.com, Wellington - Dari anggota parlemen, pengusaha, hingga orang biasa pernah berpesta di taksi unik milik seorang pria asal Indonesia yang kini tinggal di Wellington, Selandia Baru.

Taksi yang ia kendarai disulap sedemikian rupa agar para penumpang nyaman ketika berkendara. Ia pun punya reputasi yang cukup baik di negara tersebut.

Dikutip dari laman Stuff.co.nz, Kamis (25/1/2018), Riadi Subagya memasang karaoke di taksinya sejak Juni 2017. Sejak saat itu, pelanggannya mengalir bak air.

"Lagu favorit para penumpang adalah lagu Tom Jones berjudul 'Delilah'. Kebanyakan penumpang taksi saya menyanyikan lagu itu," ujar Riadi.

Sejak saat itu, ia kerap menerima panggilan taksi, entah itu ke bandara ataupun ke tempat lainnya di Wellington, Selandia Baru.

"Salah satu penumpang yang pernah menggunakan jasa saya adalah anggota parlemen. Saat itu saya bilang bahwa saya ada mesin karaoke," jelas Riadi.

"Seketika wanita itu langsung menyanyikan beberapa lagu sembari menuju bandara. Setibanya di bandara, ia minta nomor telepon saya jika lain hari ia ingin kembali menggunakan jasa saya," ucapnya.

Taksi ini dilengkapi dengan mikrofon karaoke yang dihubungkan ke mobil menggunakan adaptor yang ia produksi sendiri. Ada pula sebuah layar yang menunjukkan lirik pada bagian belakang tempat duduk sopir.

Mesin karaoke ini sendiri dibeli oleh Riadi di sebuah situs lelang. Mesin ini menyimpan dua ribu lagu yang diciptakan pada 1960 sampai pertengahan 2000-an.

 

2 of 2

Hijrah ke ke Selandia Baru

Riadi sudah berprofesi sebagai sopir taksi selama 12 tahun dan pernah bekerja sebagai pemandu wisata. Pada tahun 1993, ia pindah ke Selandia Baru.

Salah satu alasan mengapa Riadi memasang mesin karaoke karena ia gemar bernyanyi.

Ketika sedang bosan menyetir, ia kerap bernyanyi. "Saya harus menyanyikan lagu yang sudah saya hafalkan. Sebab, mata saya tak bisa melihat lirik lagu karena cuma bisa menyetir."

Hal yang paling disukai oleh Riadi adalah ketika para pelanggan tersenyum bahagia saat meninggalkan taksi.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by