Wali Kota London: Donald Trump Mirip Militan ISIS

Oleh Afra Augesti pada 23 Jan 2018, 02:25 WIB
Diperbarui 25 Jan 2018, 02:13 WIB
Sadiq Khan, Muslim Pertama yang Jadi Walikota London

Liputan6.com, London - Wali kota London, Sadiq Khan, membandingkan retorika anti-Muslim yang digunakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan retorika pemecah belah militan ISIS.

Khan mengatakan kepada The Intercept bahwa bahasa yang digunakan oleh Donald Trump sangat mirip dengan retorika yang digunakan oleh ISIS.

Wali kota Muslim pertama di Inggris itu menyebut, ISIS ingin memprovokasi serangan Islamofobia sebagai upaya untuk memecah belah masyarakat.

"Mereka menginginkan reaksi balik dari umat Muslim yang tinggal di negara-negara Barat," katanya, dilansir Newsweek, Minggu (21/1/2018).

"Kita berada dalam bahaya saat menyadari bahwa ISIS sebenarnya sedang mengadu domba kita dan ingin memecah belah kita, agar negara-negara Barat membenci kita, dengan memanfaatkan bahasa yang digunakan Donald Trump," lanjut Khan.

Menurut Khan, Donald Trump mengulangi apa yang dikatakan ISIS: Negara Barat dan Islam tidak dapat didamaikan' dan 'Anda tidak bisa bangga menjadi orang Amerika dan Anda tidak bisa bangga menjadi seorang Muslim'.

 

 

2 of 2

Pengkritik Donald Trump Paling Vokal

Trump: Seluruh Muslim Tak Boleh Masuk AS, Kecuali Walikota London
Trump: Seluruh Muslim Tak Boleh Masuk AS, Kecuali Walikota London (Reuters)

Pada bulan November, Khan mengkritik Donald Trump karena membagikan video Jayda Fransen yang merupakan pemimpin partai ultranasionalis, anti-Islam, partai Britain First.

Khan menyebut, ungkapan "Britain First" merujuk kepada ekstremis kanan Tommy Mair, saat membunuh anggota parlemen Inggris Jo Cox pada bulan Juni 2016.

"Presiden Amerika Serikat itu telah me-retweet tweet dari wakil pemimpin Britain First, yang namanya dicatut sebagai pembunuh temanku Jo Cox," ucap Khan.

The Times melaporkan, Donald Trump sebenarnya iri dengan cara pejabat Inggris yang menanggapi tweet anti-Islamnya.

Khan telah lama mengkritik presiden AS dan menyebut kampanye Donald Trump -- yang melarang Muslim memasuki AS -- kejam dan memalukan.

Setelah serangan teror Jembatan London pada bulan Juni, Donald Trump melontarkan kritik pedas kepada Khan.

Waktu itu, Khan meyakinkan warga London agar tidak khawatir, sedangkan polisi bersenjata berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian.

"Tujuh orang tewas dan 48 terluka dalam serangan teror di London Bridge dan wali kota London menyuruh warganya agar tak khawatir!" cuit Donald Trump.

Juru bicara Khan menyampaikan kepada wartawan bahwa ada banyak hal penting yang harus dilakukan wali kota, ketimbang menanggapi cuitan Donald Trump itu.

Lanjutkan Membaca ↓