Lindungi Anjing Peliharaan, Pria Australia Tewas Digigit Ular

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada pada 13 Jan 2018, 07:36 WIB
Ular coklat memang mematikan namun sebenarnya jarang memakan korban (Wikipedia Commons)

Liputan6.com, Tamworth - Seorang pria berusia 24 tahun asal Australia dilaporkan meninggal hanya dalam waktu satu jam setelah digigit oleh seekor ular coklat. Ia kehilangan nyawa saat berupaya melindungi anjing peliharannya.

Pria itu mengalami gigitan di belakang rumahnya yang terletak di Tamworth (sekitar 400 km dari Sydney) di New South Wales pada Rabu, 10 Januari 2018.

"Dia keluar untuk menyelidiki ketika anjingnya yang kecil menyalak. Korban menemukan anjing itu sedang menggigit ular coklat tersebut." kata Sergeant Josh McKenzie dari Kepolisian Tamworth. Demikian dikutip dari Australian Plus Indonesia, Sabtu (12/1/2018).

"Dia kemudian berusaha melepaskan ular tersebut namun mendapat gigitan di jari," tambhanya.

Anggota keluarga pria tersebut membawanya ke rumah sakit di Tamworth namun, korban meninggal satu jam kemudian.

"Obat anti bisa dan usaha untuk memberikan bantuan pernapasan dilakukan namun dia meninggal di rumah sakit," kata Sersan McKenzie.

Kematian Akibat Gigitan Ular Coklat Sebenarnya Jarang

Ular coklat merupakan salah satu ular yang paling mematikan karena gigitannya di dunia, namun di Australia, korban tewas karena gigitan ular sebenarnya tidaklah banyak.

Antara tahun 2000 sampai 2016, 35 orang tewas karena gigitan ular di Australia.

Sersan McKenzie mengatakan ular adalah 'binatang yang dilindungi' dan karenanya tidak bisa dibunuh begitu saja, kecuali bila ada manusia yang sedang dalam bahaya karena serangan ular tersebut.

Yo Matthews salah seorang penangkap ular dari Snake Catchers Sydney mengatakan ular sebenarnya jarang menyerang manusia.

Ular coklat banyak berkeliaran di bagian timur garis pantai Australia." katanya.

Dia mengatakan bahwa bila kita berdiri dalam jarak lima meter dari ular coklat itu maka kita akan aman karena ular hanya bisa menyerang sesuai dengan panjang tubuhnya.

 

1 of 2

Gigitan Ular Kecil Ini Buat Jari Menghitam dan Keropos

Bentuk jari korban setelah digigit ular (Facebook/Fakultas Kedokteran Hewan New York)
Bentuk jari korban setelah digigit ular (Facebook/Fakultas Kedokteran Hewan New York)

Jika sebelumnya ada pria yang tewas dalam satu jam saat digigit ular, maka beda halnya dengan pria yang satu ini.

Salah satu jempol tangan seorang korban yang tak disebutkan namanya seketika menghitam dalam itungan jam setelah digigit oleh seekor ular.

Lama-kelamaan jempol hitam tersebut mengeropos dan terpaksa diamputasi.

Dikutip dari laman New York Post, Rabu (16/8/2017), foto tangan yang sangat menggemparkan pengguna sosial media itu diposting oleh akun Fakultas Kedokteran Hewan di New York.

Tak hanya bagian jempol korban, akun tersebut juga memposting foto ular yang menggigit korban. Mulanya, gigitan itu terlihat seperti lubang kecil. Namun, berawal dari gigitan tersebut ternyata berakibat fatal.

Menurut ahli racun sekaligus profesor dari School of Biological Sciences University of Queensland, Dr. Bryan Fry, gigitan dari ular berbisa tersebut menyebabkan kematian sel dalam hitungan jam.

"Jenis ular ini adalah Sharp-nosed viper. Meski berukuran kecil, ia memiliki racun yang dapat menghancurkan jaringan," ujar Fry.

"Ular ini mengeluarkan bisa berbahayanya karena kaget ketika berhadapan dengan korban. Maka dari itu ia mengeluarkan bisa yang dapat merusak dinding pembuluh darah. Akibat dinding pembuluh darah yang rusak, darah akan menggumpal dan menyebabkan keadaan pendarahan internal yang masif pada korban," tambah Fry.

Fry menduga, ular ini adalah berasal dari daratan China. Gigitannya yang kecil menandakan ular ini berasal dari daerah terpencil. Selama ini, jenis ular seperti itu tak pernah dipelihara dan tersedia di kebun binatang.

"Ular ini mengeluarkan bisa berbahayanya karena kaget ketika berhadapan dengan korban. Maka dari itu ia mengeluarkan bisa yang dapat merusak dinding pembuluh darah. Akibat dinding pembuluh darah yang rusak, darah akan menggumpal dan menyebabkan keadaan pendarahan internal yang masif pada korban," tambah Fry.

Fry menduga, ular ini adalah berasal dari daratan China. Gigitannya yang kecil menandakan ular ini berasal dari daerah terpencil. Selama ini, jenis ular seperti itu tak pernah dipelihara dan tersedia di kebun binatang.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait