Bayi Kembar Siam Gaza Sukses Jalani Operasi Pemisahan

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 09 Jan 2018, 04:30 WIB
Diperbarui 09 Jan 2018, 04:30 WIB
Bayi Kembar Siam
Perbesar
Bayi kembar siam asal Palestina berusia satu hari terlihat di dalam inkubator di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza, (22/10). Bayi kembar siam tersebut berjenis kelamin perempuan. (AFP Photo/Mahmud Hams)

Liputan6.com, Riyadh - Upaya pemisahan sepasang bayi kembar siam di Palestina berjalan sukses setelah melalui operasi lebih dari 12 jam lamanya di Rumah Sakit Anak King Abdullah di Riyadh, sebagaimana dikutip dari laman bbc.co.uk pada Senin (8/1/2018).

Bayi kembar siam tersebut berjenis kelamin perempuan  dengan nama Farah dan Haneen. Lahir pada bulan Oktober lalu, bayi kembar siam itu menyatu di hampir seluruh bagian tubuh atas dan bawah, kecuali tangan dan kepala. Keduanya diterbangkan ke Riyadh setelah dokter memperingatkan sang ayah bahwa sedikit kemungkinan harapan hidup jika tetap berada di jalur Gaza.

Setelah selesai operasi, keduanya pun berbagi masing-masing satu kaki, namun berhasil memiliki fungsi hati dan jantung yang utuh.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh kantor berita Arab Saud, SAP, tindakan operasi pemisahan kembar siam tersebut dilakukan dalam 9 tahap yang mengharuskan pemisahan usus, hati, dan dinding panggul.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Buruknya Fasilitas Kesehatan di Jalur Gaza

Rumah sakit Gaza - Liputan6 Pagi
Perbesar
(Liputan6 TV)

Perjalanan kembar siam tersebut bukan tanpa kendala. Dibutuhkan upaya yang hati-hati dalam memindahkan keduanya dari Gaza ke Yordania melalu jalan darat, sebelum kemudian diterbangkan ke Riyadh.

Di Gaza, tidak ada fasilitas yang memadai untuk mengurus sepasang bayi kembar siam tersebut. Terlebih menurut laporan PBB, buruknya fasilitas medis di sana tidak lain disebabka oleh blokade, bentrokan senjata yang terjadi berkali-kali, gonjang ganjing politik Palestina, hingga pemotongan dana kesehatan.

Hingga saat ini, Israel dan Mesir tetap memberlakukan blokade laut dan darat dari dan menuju jalur Gaza dengan alasan berjaga-jaga dari kemungkinan serangan pihak militan yang berbasis di Palestina.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya