Desak Bahas Protes di Iran, AS Tuai Kritik dari Anggota DK PBB

Oleh Liputan6.com pada 06 Jan 2018, 16:19 WIB
Diperbarui 06 Jan 2018, 16:19 WIB
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley

Liputan6.com, New York City - Sidang Dewan Keamanan (DK) PBB yang diadakan pada Jumat, 5 Januari 2017, untuk membahas rangkaian aksi protes di Iran, berubah menjadi ajang kecaman kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Pasalnya, AS meminta pertemuan turut membicarakan apa yang disebut anggota DK lainnya sebagai "masalah dalam negeri Iran".

Dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (6/1/2018), Duta Besar Perancis untuk PBB, Francois Delattre, mengatakan bahwa aksi-aksi protes di Iran itu tidak mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

"Kita harus awas terhadap usaha-usaha untuk memanfaatkan krisis ini bagi kepentingan pribadi, yang hanya akan memberikan hasil yang sangat bertentangan dengan yang diharapkan," ujar Delattre.

"Betapapun mencemaskannya peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini di Iran, insiden-insiden itu tidak merupakan ancaman bagi keamanan dan perdamaian internasional," imbuh Delattre menanggapi protes di Iran.

2 dari 3 halaman

Kritik dari Iran, Rusia, dan China

Demonstrasi di Iran (AFP)
Demonstrasi di Iran (AFP)

Duta Besar Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa pemerintahnya memiliki "bukti-bukti kuat" yang menunjukkan bahwa aksi-aksi protes di Iran itu jelas diatur dari luar negeri.

Khoshroo juga mengatakan AS telah menyalahgunakan kekuasaannya sebagai anggota tetap DK untuk minta diadakan sidang membahas aksi protes itu.

Duta Besar Rusia Vasilly Sebenza juga turut menyatakan kritiknya. Ia mengatakan, AS menyalahgunakan lembaga DK dengan memanfaatkan situasi di Iran untuk menggerogoti perjanjian nuklir internasional dengan Iran.

Sementara itu Duta Besar China untuk PBB Wu Haito mengatakan, "Membahas situasi domestik dalam Dewan Keamanan tidak akan membantu penyelesaian masalah itu."

3 dari 3 halaman

Tanggapan AS Soal Protes Iran di DK PBB

Dubes AS untuk PBB Nikki Haley (Mary Altaffer/AP)
Dubes AS untuk PBB Nikki Haley saat membuka pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Suriah (Mary Altaffer/AP)

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat tersebut untuk membahas demonstrasi pro-dan anti-pemerintah di Iran, yang mengakibatkan 22 orang tewas dan menyebabkan penangkapan lebih dari 1.000 lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, empat pelapor khusus PBB mengatakan bahwa pemerintah Iran harus segera bertindak untuk memastikan bahwa semua orang Iran dapat menggunakan hak kebebasan menyatakan pendapat tanpa takut akan konsekuensi kekerasan.

Setelah pernyataan pengantar pada pertemuan disampaikan, Dubes AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan bahwa demonstrasi merupakan sesuatu yang harus diperhatikan dunia.

Haley juga meminta pemerintah Iran untuk menghentikan penyensoran suara masyarakat dan memulihkan akses mereka ke internet. "Rezim Iran sekarang mendapat peringatan," katanya. "Dunia akan melihat apa yang kalian lakukan."

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait