Bom Bunuh Diri Menyerang Masjid di Nigeria, 12 Orang Tewas

Oleh Afra Augesti pada 04 Jan 2018, 20:20 WIB
Diperbarui 04 Jan 2018, 20:20 WIB
Bom Bunuh Diri di Nigeria
Perbesar
Bom bunuh diri di Borno, Nigeria, menewaskan 11 orang.

Liputan6.com, Abuja - Serangan bom bunuh diri terjadi di sebuah masjid di Nigeria. Sebelas orang dilaporkan tewas.

Insiden tersebut terjadi di kota Gamboru, di negara bagian Borno, Nigeria, dekat perbatasan Kamerun. Wilayah ini merupakan sasaran empuk militan Boko Haram.

Saksi mata mengatakan, serangan tersebut terjadi saat jemaah melakukan salat subuh.

"Saya sedang dalam perjalanan menuju masjid untuk menunaikan salat subuh. Lalu saya mendengar suara ledakan seperti bom dari sana (masjid)," ujar petugas penyelamat Ali Mustapha, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (3/1/2018).

"Masjid itu hancur dan terbakar. Setelah beberapa jam, saat kami mengevakuasi orang-orang, kami melihat 11 jenazah tergeletak di lantai, termasuk pelaku bom bunuh diri tersebut, jadi totalnya 12 jenazah," papar Mustapha.

Sejauh ini, tidak ada kelompok militan tertentu yang mengklaim insiden bom bunuh diri itu. Namun, otoritas lokal yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menduga jenis serangan tersebut identik dengan Boko Haram.

Pada awal Desember 2017, setidaknya 17 orang dilaporkan terbunuh di kota Biu, ketika dua pelaku bom bunuh diri Boko Haram meledakkan diri di sebuah pasar.

Dua minggu sebelumnya, serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh remaja di bawah umur melanda sebuah masjid di Mubi. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 50 orang.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pasar di Nigeria Dibom, 17 Orang Tewas

Bom Teroris
Perbesar
Ilustrasi Serangan Teroris (iStockphoto)

Sekitar 17 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri ganda di sebuah pasar di Kota Biu, Nigeria. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 2 Desember 2017 malam waktu setempat.

Korban luka akibat peristiwa itu berkisar 50 orang. Sebagian besar di antaranya dalam kondisi kritis. Demikian seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (3/12/2017).

Seperti dilansir Daily Star yang mengutip media lokal, tiga remaja perempuan diduga terlibat sebagai bomber bunuh diri.

Masing-masing remaja perempuan itu membawa bom rakitan yang dilekatkan di tubuh mereka. Dua meledak, satu lainnya gagal dan berhasil diamankan oleh aparat setempat.

"Dua menyusup ke kawasan pasar di Biu. Satu masuk ke dalam pasar, satu lainnya di luar. Mereka kemudian meledakkan bom rakitan yang ditempel di badan mereka," kata seorang polisi lokal, seperti dikutip dari media Irlandia rte.ie.

Ledakan itu terjadi pada saat yang bersamaan ketika otoritas setempat tengah mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada warga lokal. Sejumlah warga lokal itu adalah pengungsi yang terdampak konflik bersenjata di kawasan.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim serangan tersebut. Namun, media lokal menduga kuat, kelompok teroris Boko Haram merupakan dalang serangan.

Apalagi, model peristiwa itu hampir serupa dengan serangan Boko Haram yang telah lalu -- misalnya, memanfaatkan remaja perempuan untuk menjadi bomber bunuh diri.

Otoritas Nigeria masih mendalami dan menyelidiki peristiwa nahas tersebut.

Selama delapan tahun terakhir, Kota Biu dan kawasan sekitar telah berulang kali dilanda peristiwa bom bunuh diri yang didalangi oleh kelompok Boko Haram. Agustus 2015 lalu, bomber bunuh diri menewaskan setidaknya 50 orang di sebuah pasar di desa terdekat.

Meski militer telah berhasil memberangus sejumlah kantung pertahanan militan Boko Haram, kelompok yag dipimpin oleh Abubakar Shekau itu masih terus melakukan serangan secara sporadis di sejumlah kawasan di Nigeria.

Sedikitnya 20.000 orang telah terbunuh dan lebih dari 2,6 juta lainnya kehilangan tempat tinggal dalam usaha Boko Haram untuk mendirikan sebuah negara berbasis agama ekstremisme-radikalisme di timur laut Nigeria.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya