Pria Ini Tewas Tersambar Petir Saat Rayakan Tahun Baru 2018

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 02 Jan 2018, 15:06 WIB
Pria Tewas Tersambar Petir Saat Rayakan Tahun Baru di Gunung

Liputan6.com, Northern Territory - Seorang pria tewas tersambar petir ketika tengah merayakan tahun baru bersama keluarga. Kala itu, mereka sedang hiking di sebuah gunung yang populer di kalangan turis di Australia Tengah.

Menurut polisi Northern Territory, pria itu tengah hiking di Rim Walk, Kings Canyon, sekitar 300 km barat Alice Spring bersama lima anggota keluarganya pada Senin 1 Januari 2017. Namun, pada pukul 17.00 sebuah petir menyambar dan menewaskannya.

"Ada dua dua badai mendekat kala itu. Juga, ada banjir bandang. Petir mengelilingi kawasan tersebut," kata Koordinator Petugas Polisi, Vicki Soum seperti dikutip dari ABC.net.au pada Selasa (2/1/2017).

"Sangat menyedihkan, seorang pria 35 tahun, tersambar petir. Ia lalu jatuh. Untungnya ada rangers (petugas) dan orang lain di sana yang membantu keluarga tersebut," ucap Soum lagi.

Polisi kini tengah menginvestigasi insiden pria yang tewas akibat tersambar petir. Sementara, kawasan tersebut masih terbuka bagi turis.

"Otopsi dipastikan berlangsung dan penyelidikan apakah mendiang terkena sambaran petir atau dampak lainnya, saya tidak dapat memastikannya," kata Soum.

"Ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan. Tersambar petir. Dia meninggal karena alam. Sangat menyedihkan."

Biro Meteorologi Australia telah mengeluarkan peringatan potensi petir yang parah, angin kencang dan hujan deras wilayah Simpson dan Lasseter.

2 of 2

Kisah Pria Australia yang Selamat dari Sambaran Petir

Ilustrasi Petir
Ilustrasi petir. (via. Dailymail)

Seorang pria di Darwin, Australia pada 2015 lalu terkena sambaran petir. Ia beruntung selamat, meski bagian wajahnya menjadi hitam. Sementara mereka yang berada di sekitarnya terlempar, karena kuatnya sambaran kilat tersebut.

Insiden tersebut terjadi di Pantai Casuarina, di Darwin Utara, pada Rabu 1 April 2015 malam sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Seorang saksi mata Max Conaghan (14) yang berada sekitar tiga meter dari pria yang berusia 30 tahunan tersambar petir, menceritakan peristiwa tersebut.

"Kami berada tiga meter darinya, jadi kami ikut terkena dampak dari sambaran kilat ini." kata Conaghan seperti dikutip ABC News.

"Ibu saya terjatuh, demikian juga saya, dan saya hanya bisa melihat sinar putih. Beberapa saat sebelum penglihatan saya normal kembali," tambah Conaghan.

Ketika aku berdiri, sambung Conaghan, dia melihat pria itu berjalan ke arahnya.

"Aku mulai berusaha membantu dia, dan dia hanya berkata "cepat lari" dan saya melihat ada tanda hitam di wajahnya. Dia berusaha lari ke arah kawasan bebatuan, dan tampak linglung sebelum kemudian jatuh."

Manajer St John Ambulance Craig Garraway mengatakan cedera yang diakibatkan sambaran petir  tidak selalu tampak jelas.

"Kami tidak bisa menemukan adanya cedera apapun di tubuhnya. Biasanya bila orang terkena sambaran petir ada luka saat petir itu masuk maupun keluar, dan sekarang ini sulit bagi kami mengetahui apakah ada cedera dalam atau tidak." kata Garraway.

"Saya kira pemeriksaan di Rumah Sakit Royal Darwin akan bisa mengetahuinya."

Garraway mengatakan bila ada badai tropis, warga sebaiknya berada di dalam ruangan.

"Sambaran petir seringkali sangat mematikan. Saya kira dia termasuk yang beruntung," jelas Garraway.

Lanjutkan Membaca ↓