8 Angka Ini Mewakili Realitas Dunia 2017, Kita Harus Khawatir?

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 01 Jan 2018, 13:00 WIB
Diperbarui 01 Jan 2018, 13:00 WIB
Angka
Perbesar
Ilustrasi angka-angka permainan Bingo. (Sumber paddypower.com)

Liputan6.com, London - Jumlah penduduk Bumi saat ini mendekati angka 8 miliar jiwa. Itu bukan sekadar angka. Sebab, seiring populasi yang meningkat, permasalahan dan tantangan pun kian bertambah. Misalnya, bagaimana memastikan semua orang mendapatkan bahan makanan dan energi yang cukup.

Beberapa bilangan juga mewakili realitas di Bumi dan mendominasi pemberitaan karena jumlahnya yang kian besar, dari usia harapan hidup manusia, bitcoin, penggunaan plastik, hingga pengungsi yang dipaksa lari dari kampung halamannya.

Sejumlah angka menimbulkan harapan, tapi ada banyak lainnya yang membuat orang tak nyaman bahkan marah.

Berikut sejumlah angka yang mewakili realitas Bumi pada 2017, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (1/1/2018).

30.140.000.000.000

Jumlah energi listrik yang digunakan dalam jaringan uang elektronik bitcoin diperkirakan mencapai 30,14 Terra Watt Hour (TWh).

Itu berarti, jumlah energi yang dibutuhkan untuk menambah mata uang digital (cryptocurrency) itu lebih besar dari yang digunakan oleh Irlandia selama setahun.

Pada pemakaian listrik 3,4 gigawatt (GW) secara terus-menerus, itu berarti jaringan bitcoin mengonsumsi listrik lima kali lebih besar daripada energi yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga angin terbesar di Eropa, London Array.

1 Juta

Angka itu mewakili jumlah botol plastik yang dijual di seluruh dunia tiap menitnya, demikian menurut investigasi Guardian pada Juni 2017.

Sepanjang tahun, diperkirakan setengah triliun kemasan botol terjual di seluruh dunia. Jika ditumpuk satu per satu, jumlahnya akan mencapai separuh jarak Bumi dan Matahari (149,6 juta km).

16.425.000.000.000

Bilangan ini nyaris mencapai 16,5 triliun -- mewakili perkiraan jumlah pesan yang dikirim lewat situs jejaring sosial Facebook sepanjang tahun 2017.

Hitungan tersebut berdasarkan pada perhitungan Facebook, yang menyebut sekitar 31,25 juta pesan dikirim tiap menitnya.

Selain menunjukkan tingkat melek media sosial yang meningkat, di sisi lain, hal itu juga mengindikasikan, orang ternyata masih memiliki banyak waktu luang.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Calon 'Korban' Pemanasan Global

Pemanasan Global
Perbesar
Kebakaran hutan di Australia menghacurkan habitat koala dan mengancam keberlangsungan hidup hewan ini. (sumber: BBC)

121

Itu adalah usia orang tertua di dunia yang diwawancarai Guardian pada Oktober 2017. Rekor panjang umur Don Celino tak diakui oleh Guinness Book of Records karena ia kehilangan akta kelahiran pada saat rumahnya kebakaran. Kala itu usianya 99 tahun.

275 juta

Jumlah itu mewakili orang yang tinggal di wilayah perkotaan yang pada akhirnya berpotensi teredam akibat pemanasan global.

Hal mengerikan itu diprediksi terjadi pada beberapa dekade mendatang. Sejumlah orang menafikan ancaman pemanasan global, salah satunya Donald Trump.

Namun, jika itu benar terjadi suatu saat nanti, memindahkan sedemikian banyak orang tak mungkin dilakukan dalam waktu semalam.

1 miliar

Saat sepasang bintang neutron teramati bertabrakan tahun ini, fenomena itu menciptakan kilatan cahaya yang lebih terang dari pada semiliar matahari yang disatukan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Angka 0 yang Memprihatinkan

Pengungsi Kolera
Perbesar
Seorang anak menangis saat diberi vaksin kolera di kamp pengungsi Thankhali di distrik Ukhia (10/10). Di tengah kekhawatiran wabah, PBB memberikan vaksinasi kolera untuk ampir satu juta orang Rohingya. (AFP Photo/Indranil Mukherjee)

65,6 juta

Angka itu mewakili jumlah orang yang dipaksa meninggalkan rumah mereka, menjadi pengungsi. Jumlah tersebut memecahkan rekor.

Jika jumlah pengungsi dan orang-orang yang terusir (tercerabut dari akar tapi masih berada di negara asal) diibaratkan satu negara, populasinya akan melampaui Inggris, Prancis, atau Italia. Menjadi "negara" terbesar ke-21 di dunia.

0

Ini adalah fakta yang menyedihkan. Angka 0 alias nihil mewakili jumlah perempuan yang mendapatkan penghargaan Nobel. (Ein)

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait