Kota di Penjuru Dunia Bersiaga Jelang Tahun Baru 2018, Indonesia?

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 31 Des 2017, 15:06 WIB
Diperbarui 31 Des 2017, 15:06 WIB
Ribuan personel dari Departemen Kepolisian New York (NYPD) dikerahkan di penjuru kota untuk mengamankan perayaan Malam Tahun Baru 2018. Pengamanan ekstra akan dilakukan di Times Square, yang akan menjadi tempat berkumpul rata-rata 2 juta orang (AP)
Perbesar
Ribuan personel dari Departemen Kepolisian New York (NYPD) dikerahkan di penjuru kota untuk mengamankan perayaan Malam Tahun Baru 2018. Pengamanan ekstra akan dilakukan di Times Square, yang akan menjadi tempat berkumpul rata-rata 2 juta orang (AP)

Liputan6.com, New York City - Ratusan ribu aparat penegak hukum, militer dan otoritas keamanan di telah dikerahkan di berbagai kota dunia menjelang Malam Tahun Baru 2018.

Di New York City, Amerika Serikat, pemerintah setempat mengumumkan telah mengerahkan pos pemeriksaan berganda, penembak jitu, blokade jalan dan unit K-9 untuk mengamankan Times Square, lokasi populer di Big Apple yang setiap tahun menjadi tempat berkumpulnya rata-rata dua juta orang untuk merayakan malam pergantian tahun. 

Sementara itu, pemerintah 'The Sin City' -- julukan kota Las Vegas -- mengumumkan telah mengerahkan pasukan gabungan yang terdiri dari 1.500 polisi dan 300 Angkatan Bersenjata untuk mengamankan kawasan populer The Strip. Demikian seperti dikutip Voice of America, Minggu (31/12/2017).

Di Rio de Janeiro, Brazil, polisi mengerahkan 12.000 personel -- 20 persen lebih banyak dari tahun lalu -- untuk mengamankan acara malam Tahun Baru 2018 yang digelar di kota tersebut.

Polisi militer di kota itu juga mengatakan telah membatalkan seluruh 'izin libur' para personelnya, agar sewaktu-waktu mereka dapat dikerahkan untuk membantu pengamanan Tahun Baru 2018.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Eropa Barat, Afrika, Asia, dan Australia

Pada foto tahun 2016 di atas, polisi bersenjata dikerahkan di beberapa titik di Kota New York untuk mengamankan perayaan Malam Tahun Baru (AP)
Perbesar
Pada foto tahun 2016 di atas, polisi bersenjata dikerahkan di beberapa titik di Kota New York untuk mengamankan perayaan Malam Tahun Baru (AP)

Di London, Inggris, sejumlah petugas bersenjata dan unit K-9 akan melaksanakan patroli di seluruh kawasan, termasuk sistem kereta bawah tanah kota.

Sekitar 500.000 orang diperkirakan akan memadati pusat Kota London pada malam 31 Desember 2017 nanti.

Kendati demikian, sebagai salah satu kota yang kerap mengalami peristiwa teror, The Scotland Yard (julukan polisi London) mengatakan, hingga sampai saat ini mereka belum menerima ancaman teror atau ancaman keamanan khusus terkait malam perayaan pergantian tahun.

Di Jerman, semua kota besar, termasuk Berlin, Munich, Hamburg dan Cologne, mengumumkan akan ada peningkatan kehadiran polisi di semua perayaan. Kendati demikian, masing-masing pemerintah daerah menolak untuk mengungkapkan rinciannya, demi alasan keamanan.

Di Mesir, otoritas keamanan mengumumkan telah meningkatkan keamanan untuk Malam Tahun Baru 2018. Pengamanan ekstra juga dilakukan di Kairo, menyusul kasus serangan bersenjata yang menewaskan 9 orang di gereja yang terletak di ibu kota Mesir itu.

Dalam upaya untuk mencegah serangan teroris lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri Mesir telah meningkatkan kewaspadaan keamanan ke tingkat maksimum di seluruh negeri. Kementerian tersebut telah memerintahkan keamanan yang meningkat di dekat institusi vital seperti gereja dan kedutaan besar.

Patroli keamanan lebih banyak akan dikirim ke jalan-jalan, lapangan dan area lain di mana perayaan akan diadakan.

Sementara itu, di Istanbul, Turki, polisi telah melipatgandakan jumlah personel di jalan untuk mencegah serangan bersenjata dan gangguan keamanan lain. Otoritas juga telah membatalkan beberapa perayaan publik di distrik-distrik utama kota terbesar di Turki, demi meminimalisasi ancaman keamanan.

Sedangkan di India, lebih dari 30.000 personel keamanan akan menjaga lokasi perkumpuan massa yang populer di Mumbai. Sementara di Bengal, pejabat berencana untuk mengerahkan 15.000 petugas, sejumlah drone pengintai, kamera CCTV ekstra dan unit K-9 jelang malam perayaan pergantian tahun.

Di Negeri Kanguru, lebih dari 1 juta orang diperkirakan akan berkumpul di pusat kota Sydney, sedangkan sekitar 500.000 orang lainnya akan tersebar di kota Melbourne di mana kedua kota itu akan menyelenggarakan pesta kembang api pada malam pergantian tahun.

Pengamanan ekstra berupa personel tambahan dan blokade jalan diterapkan untuk menjaga kedua kota itu dan lokasi lain yang merayakan malam Tahun Baru 2018 di Australia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Indonesia?

Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa terjun langsung meninjau jalur liburan Natal dan Tahun Baru 2018 dengan mengendarai motor gede dari BMW.
Perbesar
Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa terjun langsung meninjau jalur liburan Natal dan Tahun Baru 2018 dengan mengendarai motor gede dari BMW. (Instagram @ntmc_polri)

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengerahkan sekitar 90.000 personel untuk mengamankan tempat-tempat ibadah dan wisata selama perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018.

"90 ribu itu yang tugas khusus. Pelayanan Polri tetap selama liburan Natal dan tahun baru ditambah dengan yang tugas khusus. Mereka fokus pengamanan tempat wisata, ibadah, dan jalur-jalur lalu lintas," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Desember 2017.

Setyo mengatakan, pihaknya juga akan memaksimalkan pengamanan dengan Operasi Lilin 2017 di sejumlah tempat ibadah dan tempat wisata.

"Operasi Lilin mulai 22 Desember 2017 sampai 2 Januari 2018 dengan sasaran pengamanan di tempat ibadah, tempat wisata serta jalur-jalur yang diperkirakan akan menjadi jalur favorit bagi para pengguna jalan yang akan bepergian," terangnya.

Lanjutkan Membaca ↓