60 Tahun Bersahabat, Kedua Pria Ini Ternyata Saudara Kandung

Oleh Liputan6.com pada 28 Des 2017, 08:15 WIB
Diperbarui 30 Des 2017, 08:13 WIB
Alan Robinson dan Walter Macfarlane dua sahabat karib dari Hawaii (source: Khon/AP)

Liputan6.com, Honolulu - Pernahkah Anda merasa sangat dekat dengan seorang sahabat, seakan-akan mereka seperti saudara kandung sendiri?

Dikutip dari Strait Times, Rabu (27/12/2017), Alan Robinson dan Walter Macfarlane adalah dua sahabat karib dari Hawaii yang sudah berteman selama 60 tahun. Pada malam perayaan Natal, mereka terkejut setelah menemukan bahwa mereka adalah saudara kandung biologis.

Keduanya lahir dan tumbuh bersama di Hawaii dan pertama kali bertemu saat kelas 6 SD. Macfarlane tidak mengetahui siapa ayahnya, sedangkan Robinson mengetahui bahwa ia adalah anak adopsi.

MacFarlane dilaporkan sedang mencari ayahnya lewat media sosial dan internet. Ia kemudian mencoba bantuan lain dengan cara mengunjungi situs pencocokan DNA sebagai pilihan terakhirnya.

Ia menemukan seseorang dengan kromosom X yang sangat identik dengan miliknya. Orang tersebut menggunakan nama Robi737, yang akhirnya diketahui merupakan nama panggilan Robinson, yaitu Robi dan ia terbang dengan Boeing 737 milik Aloha Airlines.

Usut punya usut, pria asal Hawaii juga sedang mencari jawaban tentang keluarganya melalui situs yang sama.

Setelah membandingkan berkali-kali data yang dimiliki, mereka akhirnya menyadari bahwa mereka memiliki ibu yang sama.

"Ini sangat mengejutkan," kata Macfarlane.

"Ya, ini sungguh sangat mengejutkan, pasti, dan kami memikirkan (dalam-dalam tentang) hal ini dan membandingkan kedua lengan kami," imbuh Robinson.

"Tangan berbulu, hal ini yang membuktikannya!," tegas Macfarlane.

Robinson menambahkan, peristiwa ini sangat luar biasa. Ia tidak pernah terpikirkan sedikit pun jika Macflaren, yang sudah dikenal olehnya selama 60 tahun ini adalah saudara kandungnya.

Robinson juga mengatakan, MacFarlane yang lebih tua 15 tahun darinya, memang selalu terlihat sebagai sosok kakak laki-laki di matanya.

"Kami pernah pergi ke Punaluu untuk skin-diving, saya akan membuat suara-suara saat memercikkan air ke sekitar (Macfarlane dan Robinson), dan ia akan mengajarkan saya cara yang benar. Ia (juga) selalu keluar dari air dengan membawa ikan yang besar dan saya mendapat (ikan) yang paling kecil," kata Robinson sang adik.

Skin-diving atau juga sering diketahui dengan snorkeling adalah kegiatan berenang selam dangkal atau menyelam dengan mengenakan peralatan berupa masker selam dan snorkel.

Setelah mereka mengatasi peristiwa mengejutkan ini, saudara laki-laki yang baru bersatu tersebut mengatakan bahwa mereka berencana untuk berjalan-jalan dan pensiun bersama. Mereka memberitahukan berita mengejutkan ini kepada keluarga dan teman-teman saat hari Natal.

Mereka menyebutkan bahwa pertemuan mereka ini adalah sebuah keajaiban dan kado Natal terindah yang pernah mereka dapatkan.

(Affifah Zahra)

2 of 2

Orangtua Ternyata Saudara Kandung, Perempuan Ini Lapor Polisi

Jika penemuan saudara kandung dalam berita di atas adalah suatu hal yang bahagia, berbeda dengan cerita yang satu ini.

Kisah tragis dialami oleh seorang perempuan yang mengaku shock setelah mengetahui bahwa ayah dan ibunya merupakan kakak beradik.

Perempuan tersebut, Donna Price (32) mengatakan bahwa masa kecilnya berjalan normal dan bahagia. Ia juga menyebut, keluarganya terlihat sempurna oleh dunia luar.

Hingga pada suatu hari di tahun 2014, dunianya hancur berantakan saat ia mengetahui bahwa orangtuanya adalah saudara kandung.

Price mengatakan, pengungkapan itu membuat keluarganya tercerai-berai. Kasus tersebut telah dibawa ke pengadilan, di mana orangtuanya mengaku bersalah karena melakukan incest atau inses -- hubungan seksual oleh orang-orang yang memiliki hubungan darah.

Ayahnya, Robin Price, mengakui bahwa hubungannya salah. Namun, ia mengaku bahwa dirinya tak pernah bertemu dengan saudaranya -- yang kemudian jadi istrinya -- hingga mereka dewasa dan sudah saling jatuh cinta.

Keduanya akhirnya berpisah pada tahun 1994. Namun, mereka tetap berhubungan untuk membantu membesarkan anak mereka, Steven, yang didiagnosis menderita epilepsi berat.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait