Donald Trump Kutuk Penembakan Gereja Texas Adalah Tindakan Jahat

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 06 Nov 2017, 12:06 WIB
Diperbarui 06 Nov 2017, 12:06 WIB
David Kelley, Eks Tentara Pelaku Penembakan Massal Gereja Texas
Perbesar
Foto First Baptist Church yang dijadikan ladang pembunuhan oleh Devin Kelley (ERICH SCHLEGEL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Liputan6.com, Tokyo - Presiden Donald Trump mengecam insiden penembakan Texas sebagai sebuah "tindakan jahat" dan "mengerikan". Penembakan massal AS kali ini terjadi di dalam First Baptist Church di Kota Sutherland Springs, Texas. Peristiwa itu menewaskan 26 orang.

Dikutip dari laman CNN (6/11/2017), Trump, yang saat ini tengah dalam tur Asia-Pasifik turut memberikan dukungan kepada para korban dan keluarga.

"Tindakan jahat ini terjadi ketika korban dan keluarga sedang beribadah bersama di tempat yang suci (gereja). Kata-kata mungkin tidak dapat menggambarkan rasa sakit dan kesedihan yang sedang kita alami. Kami juga tak dapat membayangkan penderitaan mereka yang ditinggal oleh orang tercinta," ujar Trump dalam pernyataan yang ia bacakan di Kedutaan AS di Tokyo. 

Orang nomor satu AS itu juga ikut memberikan tanggapan melalui Twitter, yang berisi, "Semoga Tuhan bersama warga Sutherland Springs, Texas. FBI dan pelaku hukum sudah berada langsung di tempat kejadian. Saya terus memantau situasi ini dari Jepang."

Trump sendiri kini tengah berada di Tokyo, dalam rangka melakukan pertemuan dengan para pelaku bisnis di Kedubes AS di Jepang. 

Putra dari Fred Trump juga menegaskan, langkah terbaik yang dapat dilakukan guna menanggapi insiden tadi adalah persatuan. Namun, ia belum mengambil langkah legislatif atau kebijakan lainnya terkait kasus penembakan. 

Trump menjanjikan, pihak pemerintah negara bagian Texas dan otoritas setempat akan menyelidiki tindak kejahatan ini hingga tuntas.

Freeman Martin selaku Direktur Regional Departemen Keamanan Texas menyatakan, ada banyak korban luka lainnya di samping 26 korban tewas. Rentang usia korban berkisar antara 5 sampai 72 tahun.

Dua petugas penegak hukum setempat menambahkan, pelaku penembakan sendiri teridentifikasi dengan nama Devin Patrick kelley, pria berusia 26 tahun.

 

2 dari 2 halaman

Penembakan Gereja Lainnya di AS

Sebelumnya, penembakan gereja juga pernah terjadi di AS, tepatnya pada 24 September 2017. Pria bersenjata dan bertopeng membunuh seorang wanita dan melukai enam orang lainnya saat menembaki sebuah gereja di dekat Nashville, Tennessee, pada Minggu pagi.

Seperti dikutip dari Telegraph, di antara korban luka adalah pastor di Kapel Burnette, Joey Spann. Menurut putranya, sang pastor mendapat luka tembak di dada. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisinya.

BBC melansir, wanita yang tewas itu bernama Melanie Smith (39). Adapun The Guardian menyebut jumlah korban luka adalah tujuh orang.

Juru Bicara Kepolisian Metro Nashville, Don Aaron, mengatakan, "Seorang pria bersenjata mengenakan topeng tiba di tempat parkir dan melukai wanita yang tengah berjalan menuju kendaraannya."

Aaron menjelaskan, pria bersenjata tersebut yang belakangan diidentifikasi sebagai Emanuel Kidega Samson (25) asal Murfreesboro, lalu memasuki gereja kecil tersebut dan mulai melepaskan tembakan.

"Pada saat ini, enam orang terluka akibat peristiwa tersebut. Mereka dilarikan ke rumah sakit terdekat," tutur Aaron.

Pelaku dilumpuhkan dengan timah panas oleh seorang penjaga. Yang bersangkutan kini berada di rumah sakit terdekat dan dalam pengawasan polisi.

Seorang saksi, Minerva Rosa, memuji tindakan penjaga yang menembak pelaku. Menurutnya, pria bernama Robert Engle itu adalah seorang pahlawan.

"Dia luar biasa. Tanpa dia, saya pikir kondisinya bisa lebih buruk," kata Rosa, yang telah delapan tahun menjadi jemaat gereja tersebut.

Tersangka dilaporkan tidak berkata apa-apa saat melakukan aksi brutalnya. Hanya teriakan pastor yang terdengar saat pria bersenjata itu mulai berjalan menyusuri lorong.

"Lari! Lari! Ada penembak!" terang Rosa.

Motivasi pelaku tidak diketahui secara pasti.

Lanjutkan Membaca ↓