Sempat Vakum 27 Tahun, Arab Saudi Buka Penerbangan ke Irak

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 31 Okt 2017, 10:02 WIB
Diperbarui 02 Nov 2017, 09:13 WIB
Saudi Arabian Airlines Pindah ke Terminal 3 Internasional 10 Juli

Liputan6.com, Riyadh - Salah satu maskapai milik Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines, kembali membuka penerbangan ke Baghdad, Irak.

Hal ini dinilai bersejarah. Pasalnya, Arab Saudi terakhir kali membuka penerbangan ke Irak 27 tahun yang lalu.

Dikutip dari laman Arabnews.com, Selasa (31/10/2017), penerbangan ini dilakukan di tengah membaiknya hubungan kedua negara.

"Saudi Arabian Airlines akan meresmikan penerbangan reguler ke Irak setelah jeda selama 27 tahun," demikian dilaporkan media Saudi.

"Penerbangan itu sengaja dibuka kembali karena peningkatan hubungan kedua negara," ia menambahkan.

Aktivitas penerbangan antara Irak dan Saudi terakhir kali terjadi pada 1990 silam, setelah mantan Presiden Irak Saddam Hussein memberi perintah pasukannya untuk menginvasi Kuwait.

Kini, hubungan Saudi dan Irak mulai membaik setelah bersitegang beberapa tahun.

Sementara itu, pada awal bulan ini, Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi dan Raja Saudi menggelar pertemuan pertama dewan koordinasi Saudi-Irak.

Pertemuan ini dilakukan dengan maksud peningkatan hubungan strategis kedua negara.

2 of 2

Penumpang Melahirkan di Saudi Arabian Airlines

Bicara soal maskapai Saudi, ada kejadian menarik yang terjadi. Pada 2016, pesawat milik Saudi Arabian Airlines dilaporkan harus mendarat darurat di Bandara Heathrow, Inggris. Peristiwa itu terjadi setelah seorang perempuan melahirkan ketika pesawat tengah mengudara.

Seperti dikutip dari News.com.au, ibu hamil tersebut melahirkan di dalam kabin, saat pesawat melintasi Irlandia Utara dalam penerbangan malam menuju New York.

Pesawat dengan nomor penerbangan SV21 itu mengudara setelah lepas landas dari Bandara Internasioanal King Abdulaziz, di Jeddah, Arab Saudi.

Saat kejadian, pilot diminta mengubah haluan pesawat dan mendarat di Bandara Heathrow.

"Pihak bandara telah diberitahu sebelumnya oleh pilot bahwa pesawat akan mendarat darurat, karena urusan medis. Petugas medis dihubungi untuk membawa ibu itu ke rumah sakit," kata juru bicara bandara.

Sebuah foto awak kabin bersama bayi yang baru lahir itu menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Melahirkan di tengah-tengah penerbangan, bukanlah hal asing dalam dunia penerbangan. Pada April 2016, seorang ibu melahirkan bayi laki-lakinya saat sedang terbang bersama maskapai Jetstar Asia.

Karena peristiwa itu, sang ibu terinspirasi untuk menamai anaknya, Saw Jet Star.

Pada 2015, kejadian serupa terjadi pada maskapai Air Canada, dalam penerbangan dari Calgary, Kanada, menuju Tokyo, Jepang.

Seorang penumpang dilaporkan melakukan persalinan dengan dibantu oleh awak kabin. Ia melahirkan seorang bayi perempuan bernama Chloe.

"Aku tidak menyangka hal ini sama sekali. Chloe sangat cantik," kata ayah sang bayi.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait