FBI Rilis Dokumen Rahasia Penembak Massal Sekolah Sandy Hook

Oleh Alexander Lumbantobing pada 25 Okt 2017, 18:40 WIB
Diperbarui 25 Okt 2017, 18:40 WIB
Dokumen Sandy Hook
Perbesar
Lencana dan pistol FBI. Baru-baru ini FBI menerbitkan lebih dari 1500 dokumen berkaitan dengan investigasi mereka terkait penembakan di Sandy Hook Elementary School pada 2012. (Sumber Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Newtown - Baru baru ini, biro penyidik federal (Federal Bureau of Investigation, FBI) Amerika Serikat (AS) menerbitkan lebih dari 1500 dokumen berkaitan dengan investigasi mereka terkait pelaku penembakan massal di Sandy Hook Elementary School.

Dalam peristiwa penembakan di Newtown, Connecticut, pada 2012, sebanyak 26 orang kehilangan nyawa.

Banyak bagian dari dokumen yang diterbitkan pada Selasa lalu telah sangat disensor. 

Di dalamnya ada laporan-laporan oleh para agen yang mewawancarai orang-orang tentang penembak bernama Adam Lanza (20). Pemuda itu menembak mati dirinya ketika polisi tiba di sekolah Sandy Hook Elementary School. .

Dikutip dari news.com.au pada Rabu (25/10/2017), dalam dokumen itu, FBI mewawancara seorang wanita yang mengatakan bahwa ia berbincang dengan Lanza melalui situs web bunuh diri sesaat sebelum kejadian.

Menurut wanita itu, Lanza menulis, dirinya akan melakukan bunuh diri dan peristiwa itu bakal menjadi berita.

Wanita yang sama mengatakan kepada para penyidik bahwa sebuah rekaman yang diunggah ke situs video berbagi "mungkin telah membantu Lanza mempersiapkan penembakan."

Seorang ibu yang anaknya penggemar permainan daring bercerita kepada FBI bahwa putranya "bermain Call of Duty: Black Ops dengan seseorang yang mengatakan kepadanya untuk 'menonton berita besok'."

Seseorang yang tidak diidentifikasi menceritakan kepada agen FBI bahwa Nancy, ibu dari Lanza, khawatir tentang putranya sejak sekitar sebulan sebelum penembakan karena ia "mengunci diri" dan tidak pergi ke manapun selama tiga bulan.

Adam Lanza menembak mati ibunya di rumah mereka di Connecticut pada 14 Desember 2012, lalu mengemudi ke sekolah dan membunuh 20 siswa kelas satu dan enam karyawan. (Sumber AP Photo/Western Connecticut State University)

Seorang tetangga mengatakan bahwa Nancy Lanza adalah seorang penggemar senjata yang "senang dengan rasa dan kekuatan sebuah senjata di tangannya."

Saat itu, Nancy Lanza dilarang memasuki kamar putranya. Dokumen-dokumen juga menyebutkan kurangnya koneksi si penembak dengan masyarakat.

Lanza tidak punya teman, rekan, atau kekasih, sehingga ia kemudian fokus pada musik tekno Jepang dan permainan video seperti "Super Mario Brothers."

Satu-satunya pekerjaan yang pernah dimilikinya adalah di sebuah perusahaan perbaikan komputer.

Pernah Didatangi Petugas

Dokumen juga mengungkapkan bahwa agen-agen federal pernah sekali mendatangi rumah Lanza setelah ia meretas komputer milik pemerintah. Saat itu, Lanza masih di kelas sembilan dan berhasil menerobos lapis keamanan tingkat ke-2 sebelum ditepis.

"Pihak berwenang mengatakan kepadanya (Nancy Lanza) bahwa jika putranya sedemikian pintar, suatu hari nanti ia bisa bekerja dengan mereka," demikian menurut suatu bagian laporan yang sangat diredaksi.

Laporan itu membeberkan tanggapan sang ibu, "Nancy meyakinkan pihak berwenang bahwa putranya memang sangat pintar dan sedang menantang diri untuk membuktikan apakah ia mampu meretas."

Beberapa warga mengatakan kepada pihak berwenang bahwa setelah kejadian mereka menerima ancaman-ancaman pembunuhan melalui telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Adam Lanza.

Lanza menembak mati ibunya di rumah mereka di Connecticut pada 14 Desember 2012, lalu mengemudi ke sekolah dan membunuh 20 siswa kelas satu dan enam karyawan sekolah Sandy Hook.

2 dari 2 halaman

Sekolah Sandy Hook Dibuka Kembali

Pembantaian massal terjadi pada 14 Desember 2012. Itu adalah hari paling mengerikan dalam sejarah SD Sandy Hook.

Kala itu, Adam Lanza menghampiri sekolah dengan langkah gontai. Tanpa pandang bulu, remaja itu memuntahkan peluru mencabut nyawa 20 siswa dan 6 guru. 

Namun, pada 29 Agustus 2016, sekolah Sandy Hook akhirnya dibuka kembali. Pascateror penembakan massal yang dilakukan Lanza, bangunan sekolah dihancurkan dan kemudian dibangun kembali. Gedung anyar tak lagi mirip dengan aslinya, yang ditegakkan pada tahun 1950-an.

 Satu-satunya yang mengingatkan pada bangunan lama adalah Shelley si kura-kura. Ia menunggu sekolah selesai dibangun dan akan mendapatkan akuarium yang baru. Shelley telah berada di Sandy Hook lebih dari satu dekade.

Berkaca Anti-Peluru, SD Bekas Penembakan Massal Sandy Hook Dibuka (Reuters)

Renovasi bangunan sekolah dua tingkat itu menghabiskan dana US$50 juta atau sekitar Rp 657 miliar. SD itu memiliki 3 lapangan, juga sejumlah ruang kelas yang seperti rumah pohon dan kebun.

Selain Shelley si kura-kura, ciri khas SD Sandy Hook yang masih dipertahankan adalah mosaik 'be kind', majalah dinding 'tree', dinding keramik 'tree trunk' dan mural bebek.

Gedung itu memiliki 25 kelas dengan motif yang sama serta 2 rumah pohon di lantai dua.

Tak hanya itu, gedung sekolah juga dilengkapi kaca anti-peluru dan sistem pengamanan berteknologi tinggi.

Kepala sekolah Kathy Gombos berharap, transisi ke sekolah baru tak diwarnai masalah.

"Ada banyak air mata, tapi kalau sudah menghabiskan waktu di sini selama satu jam atau lebih, kami dan komunitas merasa ini adalah tempat yang luar biasa untuk menjadi sekolah bagi anak-anak," kata Gombos.

Kepala sekolah sebelumnya, Dawn Hochsprung, tewas di tangan Lanza.

Ada 390 murid yang sekolah di tahun ajaran baru musim gugur tahun lalu. Dari mulai TK hingga kelas 4. Sebanyak 70 di antaranya adalah murid yang pernah mengalami peristiwa horor tersebut dan kini berada di tahun ke empat.

Namun, hanya 30 dari 70 murid yang kembali ke sekolah itu.

Sementara, karena telah pensiun dan dipindahkan, hanya setengah dari staf dan guru yang pernah mengalami peristiwa penembakan massal itu masih bekerja di sekolah tersebut.

Pemerintah distrik Newton akan memberikan dukungan moral bagi mereka yang kembali ke sekolah.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓