Tetangga Pelaku Penembakan Las Vegas: Paddock Orang Tertutup

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 06 Okt 2017, 13:33 WIB
Diperbarui 06 Okt 2017, 13:33 WIB
Rumah Stephen Paddock, Pelaku Penembakan Las Vegas
Perbesar
Garis polisi terpasang di rumah pelaku penembakan Las Vegas, Stephen Paddock (64), di Mesquite, Nevada, Amerika Serikat, Senin (2/10). Paddock tinggal di wilayah yang kebanyakan penghuninya adalah pensiunan di Mesquite. (AP Photo/Chris Carlson)

Liputan6.com, Las Vegas - Rumah-rumah di Sun City, Mesquite, Nevada, sangat mirip satu sama lain, sehingga orang bertanya-tanya apakah penduduknya tahu yang mana rumahnya karena begitu seragam.

Rumah-rumah itu dilukis dengan warna terakota saling berdampingan di jalan-jalan labirin yang berkelok-kelok. Setiap rumah dilengkapi dengan taman batu yang rapi. Sekitar satu dari setiap 10 rumah mengibarkan bendera Amerika di depan. Jalan-jalan -- yang dipenuhi caravan dan kereta golf-- bersih tanpa cela.

Tak terbayangkan kawasan rumah yang mewah dan indah adalah tempat tinggal Stephen Paddock, pelaku penembakan massal Las Vegas yang menewaskan 58 orang dan melukai sedikitnya 500.

Mengutip News.com.au pada Jumat (6/10/2017), Sun City, berada di perbukitan, hanya satu jam mengendarai mobil ke Las Vegas, di mana Paddock membawa misi mematikan pada 1 Oktober 2017.

Komunitas itu memiliki 3.750 rumah. Dirancang untuk 'lansia aktif' berusia 55 tahun ke atas.

Ada 10 desain rumah dengan harga dimulai US$ 199 ribu. Ada lapangan golf 18 holes, pusat rekreasi dengan kolam renang, permainan dan gym. Komunitas itu memiliki segalanya buat para pensiunan.

Melansir CNN, Paddock membeli salah satu rumah dengan luas 186 meter per segi pada akhir 2014 seharga US$ 369 ribu tunai. Rumah yang dibeli tepat berada di jalan buntu.

Setelah membeli rumah itu, Paddock memagari halaman belakang rumahnya. Ia ingin privasi. Namun, usahanya itu menarik perhatian tetangga.

Paddock memasang tembok privasi dengan bata, sehingga menghalangi pandangan tetangganya untuk bisa melihat ke rumahnya.

Karena dianggap mengganggu dengan pagar bata yang tinggi, sekitar 20 tetangga menandatangani sebuah petisi kepada asosiasi pemilik rumah agar memerintahkannya untuk menurunkannya, kata tetangga.

Tetangga Paddock bernama Scott Smith mengatakan bahwa dia tidak dapat mengerti mengapa ada orang yang ingin menutup pemandangan indah kota di bawah kompleks perumahan itu.

"Jelas, dia menginginkan privasi," kata Smith.

Pintu masuk kompleks perumahan komunitas pensiunan tempat tinggal Stephen Paddock (AFP)

Tetangga lain mengatakan Paddock pernah berbicara kepadanya, "Saya tidak ingin melihat orang-orang, dan saya tidak ingin orang-orang melihat saya."

Selain 'pertengkaran' soal pagar dengan tetangganya, Paddock dikenal sebagai sosok low profile dan tertutup. Saking tertutupnya, ia bisa menyembunyikan 19 senjata dan ribuan amunisi dalam garasinya.

Paddock juga bisa dengan tenang membawa setidaknya 10 koper berisi 23 senjata ke lantai 32 Hotel Mandala Bay Resorts and Casino di Las Vegas tanpa diketahui orang.

Faktanya, kebanyakan orang di komunitas pensiunan itu mengaku mereka tak mengenal Paddock dan juga kekasihnya Marilou Danley. Menurut salah seorang tetangga, pasangan itu jarang terlihat dalam acara-acara sosial di komunitas itu.

Mereka jarang main golf dan bingo. Kerai rumahnya juga kerap tertutup. Paddock selalu mengeluarkan keranjang sampah pagi-pagi sekali, jadi tak ada orang lain yang melihatnya. Ia melakukan itu untuk menghindari percakapan dengan orang lain.

Meski demikian, mereka terkejut dengan aksi Paddock. Salah satunya adalah Richard Webb yang tinggal satu blok dari rumah penembak massal Las Vegas itu.

"Itu membuat saya berpikir, apa motivasinya," katanya. Pernyataan Webb diamini oleh Brenda Hulbert yang tinggal tak jauh dari rumah Paddock.

"Tak percaya apa yang dia lakukan. Dia tinggal di kawasan yang aman, damai, tenang, dan cantik. Ini komunitas bak surga. Bagaimana bisa dia melakukan itu semua?" ujar Brenda.

 

2 dari 2 halaman

Motivasi Belum Terungkap

Sampai hari keenam dari peristiwa yang meletus 1 Oktober lalu, hingga kini aparat keamanan masih belum mendapatkan apa motivasi Stephen Paddcok membombardir para penonton festival musik itu.

Memang, polisi telah menemukan bukti bahwa Paddock telah menyiapkan misi ini dengan terencana. Pun dengan teori bahwa ia berniat untuk tetap hidup dan kabur.

Namun, belum ada jawabannya apa motivasi Paddock.

Sang kekasih, Marilou Danley juga tak bisa mengetahui apa maksud dari tindakan pria yang katanya dicintainya itu.

Lanjutkan Membaca ↓