Pelaku Penembakan Massal Las Vegas Orang Kaya Raya

Oleh Khairisa Ferida pada 03 Okt 2017, 09:14 WIB
Stephen Paddock, pelaku penembakan massal Las Vegas

Liputan6.com, Las Vegas - Pihak berwenang Amerika Serikat telah mengidentifikasi Stephen Paddock sebagai pelaku penembakan massal Las Vegas. Laporan teranyar menyebutkan, setidaknya 59 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka saat pria itu memuntahkan peluru ke arah di mana festival musik Route 91 yang tengah berlangsung pada Minggu 1 Oktober 2017 malam.

Motif di balik aksi kejam Paddock belum diketahui. Namun informasi mengenai sosoknya perlahan-lahan mulai terungkap.

Paddock tinggal di sebuah komunitas pensiun yang tertata rapi di Mesquite, Nevada, di mana terdapat sejumlah fasilitas seperti golf dan tenis. Pria berusia 64 tahun itu merupakan seorang miliarder dan investor real estate. Baru-baru ini, ia dikabarkan mengirimi sang ibu sebuah alat bantu jalan dan pergi ke Las Vegas untuk bermain poker dengan taruhan tinggi.

Hingga saat ini, tidak ada yang dapat menduga apa yang membuat Paddock nekat berada di sebuah kamar di lantai 32 Mandalay Bay Hotel and Casino bersama dengan 17 senjata dan menembaki kerumunan orang tak bersalah.

"Saya bahkan tak bisa berkata-kata," kata saudara laki-laki pelaku, Eric Paddock, seperti dikutip dari Associated Press pada Selasa (3/10/2017).

Setelah menjalankan aksinya, Paddock dikabarkan bunuh diri. Dengan jumlah korban tewas menembus lebih dari  50 orang, tragedi ini disebut sebagai penembakan massal paling mematikan dalam sejarah modern Amerika Serikat.

Belakangan, kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, tak ada bukti yang disertakan. Adapun agen FBI yang bertugas di Las Vegas Aaron Rouse menuturkan bahwa penyidik tidak melihat kaitan antara Paddock dengan jaringan terorisme internasional.

Ketika ditanya terkait dugaan motif pelaku, Sheriff Joseph Lombardo mengatakan bahwa saat ini dia "tidak dapat memasuki pikiran seorang psikopat".

Catatan publik tidak menunjukkan bahwa Paddock pernah didera kesulitan ekonomi atau sejarah kriminal.

Erick Paddock menegaskan, sekali pun saudaranya itu berada dalam krisis keuangan, keluarga mereka pasti akan membantunya.

"Tak ada afiliasi agama dan politik. Dia tak pernah peduli dengan hal-hal seperti itu," ucap Erick. "Dia pria yang punya uang. Dia pergi berpesiar dan berjudi."

Kepada The Associated Press, Erick lebih lanjut menjelaskan bahwa sebelumnya saudaranya itu bekerja sebagai akuntan dan tidak pernah melayani di bidang militer. "Dia bukan orang yang sama sekali suka bermain-main dengan senjata meski dia punya sejumlah pistol dan senjata laras panjang."

Dua saudara ini tidak pernah bicara selama enam bulan terakhir. Erick terakhir kali mengetahui kabar Paddock melalui sebuah pesan teks yang dikirim pelaku setelah badai Irma.

Erick ingat belum lama ini ia menerima pesan teks dari Paddock yang menunjukkan sebuah gambar bahwa dia baru menang judi sebesar US$ 40 ribu. "Begitulah cara dia bermain," kenang Erick.

Dikisahkan Erick, ia dan Paddock memiliki kesepakatan bisnis dan properti bersama.

Polisi bersenjata dilaporkan telah menggeledah kediaman Paddock di Mesquite. Pria itu tinggal di sana bersama kekasihnya, Marilou Danley (62). Menurut pihak berwenang, Danley tengah berada di luar negeri saat Paddock beraksi.

Erick menggambarkan sosok Danley sebagai pribadi yang baik. "Terkadang ia mengirim kue untuk ibu".

Selain itu, polisi juga menggeledah rumah dua kamar tidur milik Paddock di Reno.