Setelah Hato, Hong Kong dan Makau Dihantam Badai Tropis Pakhar

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 27 Agu 2017, 17:35 WIB
Diperbarui 27 Agu 2017, 17:35 WIB
Setelah Hato, Hong Kong dan Makau Dihantam Badai Tropis Pakhar
Perbesar
Sepasang pria dan wanita asyik selfie di Victoria Harbour selama hujan deras dan angin kencang akibat Badai Tropis Pakhar di Hong Kong pada 27 Agustus 2017 ( AFP PHOTO / Anthony WALLACE)

Liputan6.com, Hong Kong - Hong Kong dan Makau baru saja disambangi Topan Hato yang memporak-porandakan dua wilayah itu. Dua belas orang dikabarkan tewas dalam bencana tersebut.

Belum pulih akibat Topan Hato, Hong Kong dan Makau kembali didatangi cuaca buruk. Kali ini, pada Minggu 27 Agustus pagi, badai tropis Pakhar kembali sambangi dua kawasan itu.

Dikutip dari Straits Times, Minggu (27/8/2017), dua kota itu menurunkan sinyal topan mereka ke No.3 pada sore hari, setelah Pakhar menghantam dan mendarat di kota Taishan di China selatan pada pagi hari.

Kedua kota mengeluarkan peringatan cuaca tertinggi ketiga mereka, sinyal badai No.8, di awal hari Minggu saat angin makin kencang dan hujan deras menerjang, mengaduk-aduk laut dan memicu peringatan banjir di daerah dataran rendah.

Tidak ada kerusakan serius yang terjadi di Hong Kong sejauh ini. Pemerintah mengatakan telah menerima tiga laporan banjir dan 85 laporan tentang pohon tumbang.

Observatorium cuaca Hong Kong mengatakan bahwa angin kadang-kadang mencapai kekuatan badai di bagian selatan wilayah tersebut dan di dataran tinggi di Pulau Lantau, sebelah barat kota, tempat bandar udara berada.

Kedatangan badai Pakhar terjadi saat kota masih belum pulih dari Hato.

Sementara Hong Kong berhasil lolos dari kerusakan besar, Hato menghancurkan Makau, pusat perjudian terbesar di dunia, menewaskan sedikitnya 10 orang, melukai 244. Badai itu membuat Makau tak memiliki air dan listrik selama berhari-hari.

"Dengan Pakhar yang mendarat dan berangkat ke Hong Kong, angin lokal diperkirakan akan semakin menurun. Namun, di bawah pengaruh hujan Pakhar, angin kencang masih mempengaruhi bagian barat daya Hong Kong," kata Observatorium Hong Kong, badan peramalan cuaca di wilayah tersebut.

Angin secara konstan bertiup dengan kecepatan maksimum yang tercatat di Cheung Chau dan Chek Lap Kok, yaitu 114 km per jam dan 76 km per jam. Lalu melambat menjadi 87 km per jam dan 61 km per jam. Hembusan angin maksimum yang tercatat adalah 106 km per jam dan 101 km per jam untuk kedua area.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembatalan Penerbangan

Topan tropis Pakhar juga menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan. Ada sekitar 206 penerbangan dibatalkan.

Sementara 471 penerbangan tertunda dan 44 lainnya terpaksa dialihkan, kata Otoritas Bandara Hong Kong.

Cathay Pacific, maskapai induk kota itu, mengatakan "pembatalan, pengalihan perhatian dan penundaan yang parah memang sudah diperkirakan."

Menurut South China Morning Post, 50 pesawat terjebak di landasan di Bandara Internasional Hong Kong.

Beberapa feri ke Macau dan pulau-pulau terpencil di Hong Kong melanjutkan layanan setelah sinyal topan diturunkan.

Di Makau, badai tersebut akan menimbulkan kemunduran besar untuk upaya pembersihan yang dilakukan oleh prajurit Tentara Pembebasan Rakyat China yang ditugaskan untuk membantu menghilangkan gunungan puing-puing berbau busuk yang berserakan di beberapa kabupaten yang banjir parah akibat dihantam Topan Hato.

Listrik telah dipulihkan di wilayah ini. Namun, beberapa daerah masih kekurangan pasokan air pada Sabtu malam, Biro Informasi Pemerintah Macau mengatakan dalam situs resminya.

Seorang pria mengambil gambar saat angin kencang yang disebabkan oleh angin topan Hato menerjang tepi pantai Victoria Habour di Hong Kong, (23/8). Terjangan topan Hato mengakibatkan lebih dari 400 penerbangan dibatalkan. (Apple Daily via AP)

Pemerintah mengatakan bahwa kota tersebut masih menghadapi tantangan berat tumpukan sampah dari jalanan, dengan 2.600 ton sampah dikumpulkan pada hari Sabtu saja.

Fasilitas kamar mandi dan toilet serta ruang ganti di empat kolam renang umum telah dibuka untuk menampung warga yang kehilangan akses air.

Empat wartawan Hong Kong ditolak masuk ke Macau pada hari Sabtu untuk meliput badai dan usaha bantuan dengan alasan bahwa mereka "menimbulkan risiko terhadap stabilitas keamanan dalam negeri," menurut laporan dari media yang mereka wakili.

Asosiasi Wartawan Hong Kong mengungkapkan penyesalan mendalam atas insiden tersebut dan mendesak Makau untuk menghormati kebebasan pers.

Kepala Polisi Ma Io Kun mengatakan, dalam sebuah konferensi pers hari Sabtu, bahwa dia tidak mengetahui kasus tersebut. Ia menambahkan, pemerintah sebenarnya sangat menghormati kebebasan pers.

Saksikan video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya