Pengadilan Afrika Selatan Sidang 4 Pria atas Kasus Kanibalisme

Oleh Citra Dewi pada 22 Agu 2017, 13:32 WIB
Diperbarui 22 Agu 2017, 13:32 WIB
Ilustrasi tengkorak manusia
Perbesar
Ilustrasi (AFP/Vano Shlamov)

Liputan6.com, Estcourt - Empat pria menghadiri sebuah pengadilan di Afrika Selatan untuk menghadapi dugaan kanibalisme. Hal tersebut berawal setelah salah satu dari mereka mendatangi kantor polisi dan mengatakan bahwa ia 'lelah' memakan daging manusia.

Ketika diinterogasi lebih lanjut, pria tersebut mengeluarkan bagian kaki dan tangan manusia.

Polisi kemudian mengawal pria itu kembali ke rumahnya di provinsi KwaZulu-Natal. Di sana, mereka menemukan lebih banyak bagian tubuh manusia.

Empat orang yang berada di pengadilan tersebut, dua di antaranya merupakan dukun. Mereka ditangkap dan didakwa karena melakukan pembunuhan dan konspirasi untuk membunuh.

Dikutip dari BBC, Selasa (22/8/2017), seorang juru bicara kepolisian mengatakan, kemungkinan keempat pria itu berusia sekitar 22 hingga 32 tahun. Diyakini, mereka merupakan bagian dari sindikat yang lebih besar.

Hingga saat ini, penyelidikan atas kasus kanibalisme masih berlangsung. Polisi pun mendesak warga untuk melapor jika ada anggota keluarga mereka yang hilang di dekat kota Estcourt.

Sebuah tim ahli forensik telah ditugaskan untuk mengindetifikasi jasad tersebut. Pasalnya, polisi tidak mengetahui apakah bagian tubuh itu merupakan milik satu orang atau terdiri dari beberapa korban.

Satu bulan sebelumnya, seorang pria diamankan di Durban karena membawa kepala manusia di tas ranselnya. Pihak keamanan meyakini bahwa ia berusaha menjualnya ke seorang dukun.

Pada Juni lalu, polisi di Mozambik mengeluarkan peringatan bahwa mereka yang berkepala botak dapat menjadi target serangan ritual ilmu gaib. Peringatan itu dikeluarkan setelah dua pria botak dibunuh secara brutal dan bagian tubuhnya digunakan dalam ritual tersebut.

Menurut juru bicara pasukan keamanan Provinsi Zambezia, Miguel Caetano, organ korban digunakan para dukun untuk kliennya yang berasal dari di Tanzania dan Malawi dalam ritual ilmu gaib agar mendapatkan kekayaan.

 

Simak video berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya