Gelombang Panas Landa Wilayah Barat Daya AS, 6 Orang Tewas

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 27 Jun 2017, 06:48 WIB
Diperbarui 27 Jun 2017, 06:48 WIB
Suhu Capai 41 Derajat, Taman Nasional di Sydney Ditutup
Perbesar
Ilustrasi gelombang panas. (Reuters)

Liputan6.com, Arizona - Suhu tinggi ekstrem menghantam wilayah barat daya Amerika Serikat. Serangan yang biasa disebut gelombang panas itu telah berlangsung selama lebih dari sepekan dan menewaskan setidaknya enam orang.

Meskipun temperatur sempat turun pada hari Jumat 23 Juni 2017 lalu di Los Angeles, namun beberapa kota masih mengalami suhu tinggi.

Pesawat terbang sempat dilarang mengudara pada awal pekan ini di Pheonix, karena temperatur di beberapa bagian di barat daya Amerika Serikat melambung hingga 45 derajat Celsius atau lebih. Wilayah tersebut membentang dari Tucson di Arizona hingga Palm Springs di California.

Warga telah berusaha sebisa mungkin agar terlindung dari udara panas, dengan memanfaatkan pusat perlindungan dari udara panas di taman-taman dan pusat komunitas di seluruh kawasan tersebut.

Pusat aktivitas manula yang berpendingin udara di Canoga Park yang terletak di pinggiran kota Los Angeles menawarkan pendampingan dan perlindungan dari udara panas.

"Mereka akan baik-baik saja selama berada di dalam ruangan," ujar kepala pusat aktivitas manula Karin Haseltine, seperti dikutip dari Voanews pada Selasa (27/6/2017). Haseltine mewanti-wanti terlalu banyak aktivitas di luar ruangan pada hari yang panas bisa berbahaya baik bagi orang tua maupun anak-anak kecil.

Haseltine berkata banyak manula khawatir akan pembengkakan biaya tagihan listrik akibat penggunaan pendingin udara yang tinggi.

"Mereka tidak berani menyalakan penyejuk udara, karena tagihannya akan tinggi sekali," ujar Haseltine.

Di dalam pusat aktivitas itu, dimana udaranya sejuk, para manula tetap aktif, berpartisipasi dalam kelas tap dancing dan yoga.

Gelombang panas tak hanya merenggut nyawa manusia, tetapi juga menjadi penyebab kebakaran.

Kebakaran di berbagai lokasi telah melanda di seluruh bagian Barat, dan temperatur yang sangat tinggi dituduh sebagai penyebab timbulnya beberapa korban jiwa di Nevada, Arizona, dan California

Tak hanya manusia, hewan juga berada dalam keadaan bahaya.

Pekerja kebun binatang telah menyiramkan air ke arah gajah-gajah di Kebun Binatang Pheonix. Pihak berwenang juga memperingatkan orang tua dan pemilik hewan peliharaan untuk tidak meninggalkan hewan dan anak mereka di dalam mobil, di mana temperatur dengan cepat dapat melambung hingga mencapai tingkat mematikan.

Di sebuah pusat manula yang berpenyejuk udara di Los Angeles, relawan manula bernama Rosalie mengatakan mereka memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama berada di dalam ruangan.

"Mereka tidak perlu khawatir akan ketidaknyamanan, atau jatuh sakit," ujarnya, serta mereka dapat makan siang dan beraktivitas bersama teman-temannya.

Sementara yang lainnya berbuat sebisa mungkin untuk mendapatkan kesejukan di luar ruang, mulai dari bersantai di bawah peneduh hingga membasahi diri di air mancur-air mancur umum.

Temperatur yang mendekati rekor tertinggi diperkirakan awal pekan depan, dan warga mengatakan mereka telah siap siaga untuk menghadapi gelombang panas pada musim panas tahun ini.