Ledakan Bom di Kairo Menyasar Aparat, Seorang Polisi Tewas

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 18 Jun 2017, 14:09 WIB
Diperbarui 18 Jun 2017, 14:09 WIB
Bom Teroris
Perbesar
Ilustrasi Serangan Teroris (iStockphoto)

Liputan6.com, Kairo - Sebuah ledakan bom terjadi di pinggir jalan Kairo, Mesir, pada 18 Juni 2017 sekitar pukul 12.45 siang waktu setempat atau 05.45 pagi waktu Jakarta. Menurut laporan sementara, satu orang polisi tewas dan empat lainnya terluka.

Ledakan bom terjadi di pinggir jalan Maadi, pinggir kota Kairo. Korban tewas dan luka merupakan aparat penegak hukum Mesir.

"Sekitar 12.45, pada 18 Juni, sebuah kendaraan milik Central Security Forces yang membawa sekelompok petugas polisi dan aparat paramiliter keamanan terkena ledakan bom yang diletakkan di pinggir jalan dekat kendaraan itu berada," jelas sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Mesir seperti yang dikutip dari The Indian Express, Minggu (18 Juni 2017).

"Ledakan itu menewaskan Letnan Satu Ali Abdelkhaliq dan melukai empat orang lain yang terdiri dari seorang perwira polisi serta tiga aparat paramiliter keamanan. Korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," tambah pernyataan Kemdagri Mesir.

Central Security Forces (CSF) adalah organisasi paramiliter Mesir yang ditugaskan untuk membantu Egypt National Police (ENP). Keduanya jatuh di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri Mesir.

Dalam beberapa bulan terakhir, Mesir kerap dilanda peristiwa teror. Masih segar diingatan ketika dua gereja di Kairo Utara dilanda teror bom yang menewaskan 37 orang dan sekitar 100 lainnya terluka pada April 2017.

Peristiwa teror di Mesir diduga kuat disebabkan oleh aktivitas kelompok militan pro-ISIS di Sinai yang telah bersarang di wilayah itu sejak 2013. Kelompok teroris berbasis ekstremisme agama tersebut menyerang aparat serta melakukan rangkaian perilaku kekerasan hingga pembunuhan terhadap warga sipil yang kebanyakan beragama Kristen Koptik.

Selain itu, di Kairo juga turut bersarang kelompok jaringan Ikhwanul al-Muslimin (Muslim Brotherhood) yang melakukan aktivitas militansi terhadap otoritas setempat.

Namun, hingga berita ini turun, belum ada kelompok yang mengklaim sebagai dalang serangan bom tersebut. Otoritas setempat dan media masih terus mengikuti perkembangan peristiwa itu.

 

Saksikan juga video berikut ini