Keliling Kota Bawa Singa, Pria Pakistan Ditangkap Polisi

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 16 Jun 2017, 19:00 WIB
Diperbarui 16 Jun 2017, 19:00 WIB
Ilustasi singa betina (AFP)

Liputan6.com, Karachi - Seorang pria Pakistan ditangkap oleh kepolisian setempat atas dugaan melakukan perbuatan yang dapat membahayakan publik.

Bagaimana tidak, pria yang diketahui bernama lengkap Saqlain Javed itu keliling kota membawa singa. Hewan buas itu dibawa melintasi jalanan menggunakan mobil bak miliknya. 

Dilansir dari laman Stuff.co.nz, Jumat (16/6/2017) singa betina berukuran besar itu dibawa melintasi jalanan kota Karachi pada malam hari.

Video rekaman yang beredar menunjukkan singa tersebut tengah duduk dengan posisi satu kaki menjulur dari dalam bak mobil. 

Ada seorang pria yang duduk di dekat singa itu. Namun, orang itu tak menunjukkan raut khawatir. 

Adegan aneh itu tentu saja mengagetkan para pemakai jalan. Mereka heran bukan kepalang. Apalagi, kala itu, kondisi lalu lintas sedang macet.

Meski tak mengakibatkan hal-hal yang tak diinginkan, polisi tetap menahan Saqlain Javed.

Berdasarkan penyelidikan, pihak kepolisian Pakistan mengatakan, Saqlain Javed adalah seorang pemelihara hewan berusia 30 tahun.

Ia ditangkap oleh pihak berwenang setelah mendapat laporan dari warga yang mengajukan keluhan atas kejadian itu.

"Pria itu berkeliling sambil membawa seekor singa betina di dekat pasar dan ini dapat membahayakan orang banyak dan bangunan-bangunan yang berada di kota tersebut," ujar Inspektur Kepolisian, Muqadas Haider.

Menanggapi permasalahan tersebut, Javed berkilah. Ia mengaku ingin membawa hewan peliharaannya ke dokter hewan.

Ia menunjukkan sejumlah bukti, seperti surat izin dan dokumen lainnya yang diperlukan untuk melakukan perjalanan tersebut.

Setelah berkonsultasi dengan departemen satwa liar, pihak kepolisian membebaskan Javed dengan jaminan. Singa betina itu pun telah dibawa kembali.

"Kami memiliki sistem monitor guna memantau keamanan agar singa peliharaannya tersebut tak lepas dan mengancam warga sekitar," ujar Haider.