15-6-1904: Kebakaran Kapal Uap di New York Tewaskan 1.031 Orang

Oleh Khairisa Ferida pada 15 Jun 2017, 06:00 WIB
Diperbarui 15 Jun 2017, 06:00 WIB
East River di New York, Amerika Serikat
Perbesar
East River di New York, Amerika Serikat (AP Photo/Beth J. Harpaz, File)

Liputan6.com, Washington, DC - Pada 15 Juni 1904, salah satu bencana maritim terburuk tercatat dalam sejarah Amerika Serikat. Kapal uap dayung, General Slocum, terbakar sebelum akhirnya karam di East River, New York.

Seperti dikutip dari History.com, lebih dari 1.000 orang dikabarkan tewas dalam peristiwa tersebut. Kapal itu dibangun pada tahun 1890 dan sering digunakan untuk tamasya.

Pada hari nahas tersebut, diketahui terdapat rombongan dari Gereja Lutheran Jerman St. Markus. Mereka berjumlah 1.360 orang di mana kebanyakan adalah anak-anak dan para guru yang berencana melakukan piknik Sekolah Minggu tahunan di Locust Point, Bronx.

Kapal penuh sesak yang dinakhodai Kapten William Van Schaik itu meninggalkan dermaga di Manhattan pada pukul 09.00. Saat melewati 83rd Street, laporan menyebutkan, seorang anak melihat api di ruang penyimpanan dan yang bersangkutan segera melaporkannya kepada Kapten Van Schaik.

Namun, tanggapan sang kapten sungguh di luar dugaan. Ia kabarnya mengatakan, "Tutup mulutmu dan urus saja urusanmu."

Ketika asap mulai terlihat, barulah awak kapal dikirim untuk menyelidiki. Ruang penyimpanan itu sendiri diketahui berisi minyak dan tumpukan serutan kayu, sebuah kombinasi maut yang membuat api berkobar tak terkendali.

Sementara itu, peralatan pemadam kebakaran yang ada di kapal, tidak pernah digunakan, diuji atau diperiksa sehingga tak berhasil menjinakkan api.

Di tengah-tengah kepanikan seisi kapal, Kapten Van Schaik membuat keputusan mengejutkan. Alih-alih mengarahkan kapal ke dermaga terdekat, ia justru "membawa" General Slocum ke sebuah pulau kecil di East River.

Belakangan, Van Schaik menjelaskan kepada penyidik bahwa keputusannya itu dipicu oleh pertimbangan, ia tidak ingin mengambil risiko menyebarkan api ke dermaga dan tempat lainnya.

Meski demikian, strateginya dinilai mematikan. Bukannya sukses "melabuhkan" kapal di atas pasir, namun kapal justru menabrak batu karang.

Kondisinya semakin diperparah dengan tidak dapat digunakannya sekoci. Perahu kecil itu terikat begitu kuat sehingga tidak dapat dilepaskan.

Jaket pelampung juga demikian, tidak dapat berfungsi. Anak-anak yang menggunakannya justru tenggelam ke dasar sungai, adapula yang tewas karena terinjak. Korban meninggal semakin banyak ketika api memicu runtuhnya geladak.

Secara keseluruhan, 630 jasad ditemukan dan 401 lainnya dikabarkan hilang atau diasumsikan tewas. Merespons tragedi tersebut, kru kapal dan petugas di Knickerbocker Company selaku pemilik dan operator General Slocum dikenakan pidana kelalaian.

Dari semuanya, hanya Kapten Van Schaik yang dipenjara. Ia harusnya mendekam 10 tahun di balik jeruji besi, namun diampuni pada tahun 1908 atas dasar faktor usia.

Akibat tragedi tersebut, Theodore Roosevelt yang kala itu menjabat sebagai presiden AS memecat kepala Layanan Inspeksi Kapal Uap, memicu perubahan di berbagai lini industri.

Para korban dimakamkan dalam sebuah kuburan massal. Peringatan tahunan diadakan untuk mengenang mereka.

Sejarah mencatat pula peristiwa lain pada 15 Juni, tepatnya tahun 1215. Hari itu merupakan momen di mana Raja John dari Inggris mengesahkan piagam Magna Charta yang membatasi monarki dari kekuasaan absolut.

Sementara itu, pada 12 Juni 1836, Arkansas resmi menjadi negara bagian ke-25 Amerika Serikat.