Paus Fransiskus Geram dengan Julukan untuk Bom AS, Ada Apa?

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 07 Mei 2017, 14:17 WIB
Diperbarui 07 Mei 2017, 14:17 WIB
201612225-Misa-Natal-Italia-Paus-Fransiskus-Reuters
Perbesar
Paus Fransiskus memegang kitab Injil saat memimpin misa Natal di Basilika Santo Petrus, Vatikan, (24/12). Pada misa tersebut, Paus mengatakan bahwa Natal sudah "disandera" oleh materialisme. (REUTERS/Tony Gentile)

Liputan6.com, Vatikan - Paus Fransiskus geram dan mengecam Amerika Serikat. Kali ini, pemimpin tertinggi umat Katolik itu mengkritik bom yang diklaim memiliki kekuatan terbesar --selain nuklir-- yang pernah digunakan dalam pertempuran.

Bom itu diberi nama 'mother of all boms' atau jika diterjemahkan secara bebas, 'ibu dari segala bom'.

"Saya sangat malu ketika mendengar nama bom itu," kata Paus kepada siswa yang hadir dalam sebuah pertemuan di Vatikan.

"Seorang ibu memberikan kehidupan, namun ibu yang satu ini justru memberikan kematian. Dan kita menyebut alat itu 'ibu'. Ada apa dengan semua ini?" ujar Paus seperti dikutip dari BBC, Minggu (7/5/2017).

Bulan lalu, militer AS menjatuhkan bom semacam itu. Peledak itu memiliki berat 9.800 kilogram. Adapun target yang mereka sasar adalah ISIS di Afghanistan.

Pentagon mengatakan bom itu dijatuhkan dari pesawat tempur AS di Provinsi Nangarhar. Mereka mengklaim targetnya adalah kompleks lorong bawah tanah yang digunakan ISIS.

Bom itu memiliki nama resmi GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB) namun lebih terkenal dengan nama "the mother of all bombs".

Pertama kali diuji coba pada 2003 namun belum pernah dipraktikkan dalam pertempuran. Dan baru pada bulan lalu, bom itu akhirnya dikerahkan.

Komentar Sri Paus ini muncul menjelang pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump yang rencananya akan digelar pada 24 Mei mendatang.