Dari Malang, Susu Produksi Indonesia Merambah ke 7 Negara

Oleh Citra Dewi pada 04 Mei 2017, 21:20 WIB
Diperbarui 04 Mei 2017, 21:20 WIB
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, meresmikan pabrik pengolahan susu PT Greenfields Indonesia di Desa Palaan, Nganjum, Kabupaten Malang. (Liputan6.com/Citra Dewi)
Perbesar
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, meresmikan pabrik pengolahan susu PT Greenfields Indonesia di Desa Palaan, Nganjum, Kabupaten Malang. (Liputan6.com/Citra Dewi)

Liputan6.com, Malang - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, meresmikan pabrik pengolahan susu PT Greenfields Indonesia kedua, yang terletak di Desa Palaan, Nganjum, Kabupaten Malang.

Pabrik susu yang berdiri di lahan seluas 7 hektar tersebut, diperkirakan dapat menghasilkan 72 juta liter susu per tahun.

Dalam kata sambutannya, Airlangga menyebut bahwa pada 2016 kebutuhan susu dalam negeri sebesar 3,7 juta ton. Sementara itu pasokan dalam negeri hanya 852 ribu ton, atau sebesar 23 persen persen dari kebutuhan.

Untuk memenuhi hal tersebut, Indonesia mengimpor 2,8 juta ton susu dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

"Tingginya ketergantungan pangan impor adalah hal yang harus diantisipasi, oleh karena itu kami mendorong industri seperti Greenfields untuk bermitra," ujar Airlangga dalam peresmian pabrik PT Greenfields di Babadan, Malang, Kamis (4/5/2017).

Sementara itu, Presiden Komisaris Japfa Comfeed Syamsir Siregar, menyebut bahwa tren konsumsi susu segar mengalami peningkatan. Tapi dari sisi produksi mengalami penurunan.

Ia mengatakan, diresmikannya pabrik baru tersebut dapat sebagai membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi susu nasional.

"Dengan diresmikannya pabrik baru Greenfields, kita berharap ini sebagai wujud komitmen dan dukungan pihak swasta dalam rangka mendukung program pemerintah," ujar Syamsir.

Peresmian pabrik PT Greenfields juga disambut positif oleh pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Malang, Sanusi.

"Dengan adanya pabrik Greenfields di tengah-tengah warga, menjadi sebuah simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan," kata Sanusi.

Menurutnya, warga dapat bekerja sebagai tenaga kerja langsung di Greenfields, dan juga dilibatkan melalui pola kemitraan berupa pemasokan bahan baku makanan ternak perusahaan.

Selain itu, Greenfields juga menampung susu dari masyarakat yang disalurkan ke pengolah lainnya.

Perusahaan yang menguasai pangsa susu segar di Tanah Air itu, 100 persen memproduksi susunya dari peternakan sendiri dan tak menggunakan bahan baku impor.

Managing Director of AustAsia Dairy Group Edgar Collins menyebut, Greenfields tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tapi juga diekspor ke tujuh negara.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya