Restoran Cepat Saji Setop Gunakan Ayam Mengandung Antibiotik

Oleh Tanti Yulianingsih pada 15 Apr 2017, 10:00 WIB
Diperbarui 17 Apr 2017, 09:15 WIB
Kolonel Sanders si Pria Berjenggot di Logo KFC.

Liputan6.com, Kentucky - Restoran cepat saji KFC mengatakan berencana untuk berhenti menyajikan ayam yang dibesarkan dengan antibiotik, yang biasa digunakan untuk manusia.

Restoran waralaba penyaji ayam goreng ini menyebutkan, perubahan tersebut akan berlaku akhir tahun 2018 di seluruh gerai restorannya di AS. Demikian dikutip dari VOA News, Sabtu (15/4/2017).

Perusahaan-perusahaan cepat saji lainnya telah mengambil keputusan yang serupa, termasuk McDonald's Corp.

Produsen daging memberikan antibiotik hewan agar mereka tumbuh lebih cepat dan tidak mudah terkena penyakit. Praktik itu telah menjadi masalah kesehatan publik.

Pihak berwenang menyebutkan praktik itu bisa membuat bakteri menjadi kebal terhadap obat-obatan, dan hasilnya antibiotik tidak lagi efektif untuk menyembuhkan beberapa penyakit manusia.

KFC, yang dimiliki oleh perusahaan Yum Brands Inc. yang berbasis di kota Louisville, Kentucky, memiliki lebih dari 4.000 gerai restoran ayam goreng di seluruh AS.

Tag Terkait