Curi Uang Perusahaan, Wanita Ini Beli Hampir 1.000 Lipstik

Oleh Tanti Yulianingsih pada 06 Apr 2017, 20:20 WIB
Diperbarui 06 Apr 2017, 20:20 WIB
lipstik
Perbesar
Ilustrasi lipstik. (foto: metro.co.uk)

Liputan6.com, Zhejiang - Demi membeli lipstik, wanita di China ini mencuri uang dari perusahaan tempatnya bekerja. Dengan uang curian lebih dari dua juta yuan atau sekitar Rp 3,8 miliar selama empat tahun, ia membelanjakan hampir 1.000 gincu.

"Wanita 26 tahun yang disebut Xiaowen (nama samaran) itu adalah seorang pengawas keuangan di sebuah perusahaan -- yang tidak disebutkan namanya -- di Provinsi Zhejiang, China. Ia mengatur semua lalu-lintas keuangan perusahaan," demikian dilaporkan Qianjiang Evening News seperti dikutip dari Asia One, Kamis (6/4/2017). 

Awal mula pencurian uang itu dilakukan Xiaowen karena dirinya mengetahui bahwa perusahaan tersebut lemah pada manajemen keuangan. Jumlah uang yang ia ambil pun terus bertambah selama bertahun-tahun, mencapai 890.000 yuan sekitar Rp 1,7 miliar pada tahun 2016 saja.

Ketika ditanya tentang uang yang hilang oleh perusahaan, Xiaowen akan berbohong dan mengatakan bahwa bos yang menarik dana tersebut.

Xiaowen kemudian menghabiskan keuntungan haramnya itu secara online, dengan membeli lipstik, parfum, pakaian dan tas bermerek.

Ketika polisi menggeledah rumahnya setelah ia menyerahkan diri pada 31 Maret, mereka menemukan bahwa sebagian besar produk yang dibeli hampir tak tersentuh. Dia hanya menggunakan lipstik sekali atau dua kali, dan botol parfum masih dalam kotaknya.

Pakaian barunya pun masih tergantung di lemari, lengkap dengan tag harganya.

Xiaowen biasanya akan memosting foto dari barang baru yang dibelinya secara online di jejaring sosial, membuat teman-temannya mengira ia berasal dari keluarga kaya. Karena produk yang dibelinya berasal dari merek ternama berharga mahal.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa produk itu dibelinya karena tertarik dengan kemasannya.

"Saya tidak suka wangi parfumnya, dan aku tak memakai makeup, sehingga sebagian besar benda-benda yang dibeli tidak terpakai," jelas Xiaowen seraya menambahkan, bahwa pembelian online itu membuat adrenalinnya terpacu.

Selain kosmetik, Xiaowen juga sering membeli beberapa potong pakaian yang juga tak pernah dipakainya.

Menurut ahli psikologi, perilaku Xiaowen itu adalah indikasi seseorang dengan gangguan perilaku belanja kompulsif. Di mana seseorang tidak mampu mengendalikan keinginan belanja, dan impulsif membuat pembelian tanpa pertimbangan.

Gangguan psikologis demikian dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kecemasan, isolasi sosial dan eskapisme.

Xiaowen saat ini sedang ditahan sesuai dengan hukum yang berlaku di China.

Saksikan juga video berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya