Berita Pria Jepang Tewas Tertimbun Majalah Porno Hasil Rekayasa?

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 06 Mar 2017, 14:11 WIB
Diperbarui 06 Mar 2017, 14:11 WIB
Ilustrasi Berita Palsu. Kredit: https://stream.org/
Perbesar
Ilustrasi Berita Palsu. Kredit: https://stream.org/

Liputan6.com, Tokyo - Beberapa waktu lalu, sebuah berita yang dimuat oleh Daily Mail menyebut seorang pria tewas tertimbun koleksi pornonya yang seberat lebih dari enam ton.

Jasadnya baru ditemukan enam bulan kemudian setelah pemilik huniannya mencari tahu mengapa ia belum membayar uang sewa.

Kutipan dari Daily Mail itu menyebut, "pornografi sungguh tidak baik untuk Anda!"

"Seorang pria kesepian asal Jepang tewas tertimbun 6 ton koleksi majalah pornonya...dan tubuhnya ditemukan enam bulan kemudian."

Dikutip dari Gizmundo pada Senin (6/3/2017), ternyata tak satupun dari artikel yang dimuat Daily Mail itu benar.

Memang benar ada kematian seorang pria kesepian Jepang, namun menurut Gizmondo, tampaknya situs asal Inggris itu melebih-lebihkan isi berita itu agar lebih sensional.

Ingin mendapatkan 'ketenaran' yang sama dengan Daily Mail, sejumlah situs The Mirror, Torono Sun, CBS Philly dan Sky News Australia juga turut mengutip laman itu.

Namun apa yang sungguhnya terjadi? Baru-baru ini, seorang pria Jepang ditemukan tewas di apartemen. Pria itu hidup sendirian dan telah tewas sebulan sebelum jasadnya ditemukan.

Koroner menyimpulkan ia meninggal akibat serangan jantung. Kisah kematian pria itu pertama kali diberitakan oleh Nikkan Spa pada 28 Februari 2017. Sementara Daily Mail merilis pada 3 Maret.

Daily Mail tidak menyebut artikel itu diambil dari Nikkan Spa atau media lainnya. Sehingga, pembaca menyimpulkan kisah itu didapat oleh Daily Mail sendiri.

Tak satupun apa yang ditulis Daily Mail benar. Memang betul, pria itu memiliki koleksi pornografi yang luar biasa banyak. Tapi tak ada bukti satupun bahwa ia meninggal akibat kejatuhan rak berisi 6 ton koleksi majalah dewasanya. Nyatanya, menurut media Jepang, pria itu tewas di atas koleksi majalahnya saat serangan jantung terjadi.

Para kodokushi atau sesorang yang memutuskan untuk menyendiri kerap kali ditemukan tewas setelah jasad mereka mengeluarkan cairan yang kemudian rembes ke lantai bawah penghuni lainnya.

Dalam kasus ini, majalah-majalah itu menyerap cairan tubuh pria malang itu karena ia tewas di atas terbitan tersebut.

"Untuk menghormati jasad pria malang itu, kami membuang seluruh mainan seks agar keluarga tidak malu," kata seorang kru kebersihan yang mengkhususkan diri mengurus jasad para kodokushi itu kepada Nikkan Spa.

Bukan pertama kali Daily Mail bermasalah. Beberapa waktu lalu, penasihat hukum Ibu Negara AS, Melania Trump menggugat media tersebut karena salah satu artikelnya menyebut bahwa perempuan tersebut pernah jadi lady escort.

Artikel sensasional soal pria Jepang 'versi' Daily Mail ini menambah kuatnya argumentasi Wikipedia yang melarang mengunakan situs itu sebagai referensi di artikel untuk situs ensiklopedia dunia maya itu

Wikipedia menyatakan, Daily Mail sebagai situs yang tak bisa dipercaya. Selain itu, media asal Inggris ini dinilai miskin fakta, hanya mencari sensasi, dan tak punya sumber berita jelas.

Putusan ini merupakan hasil perdebatan panjang antara editor, pengguna, dan pengisi konten wikipedia.