Peneliti: Usia Harapan Hidup Bisa Capai 90 Tahun pada 2030

Oleh Citra Dewi pada 23 Feb 2017, 06:27 WIB
Diperbarui 23 Feb 2017, 06:27 WIB
Ilustrasi masyarakat modern (Foto: Reuters).

Liputan6.com, London - Rata-rata usia harapan hidup pada 2030, diprediksi akan mencapai 90 tahun di beberapa tempat. Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah studi internasional berskala besar, yang menambahkan bahwa pembuat kebijakan perlu melakukan upaya lebih untuk mewujudkannya.

Menurut studi tersebut, Korea Selatan cenderung memiliki harapan hidup tertinggi di dunia pada 2030. Sementara itu Amerika Serikat menjadi salah satu negara di level terendah di antara negara-negara maju.

"Fakta bahwa kita akan hidup lebih lama berarti, kita harus berpikir tentang penguatan sistem kesehatan dan perawatan sosial untuk menunjang populasi yang makin menua dengan sejumlah kebutuhan kesehatan," ujar pemimpin penelitian dan profesor di School of Public Health Imperial College London, Majid Ezzati.

Dipimpin oleh ilmuwan dari Imperial College London dan berkolaborasi dengan WHO, studi tersebut menemukan bahwa di antara negara dengan pendapatan tinggi, AS menjadi negara dengan harapan hidup terendah pada 2030.

Di Negeri Paman Sam itu, penduduk laki-lakinya memiliki usia harapan hidup 79,5 tahun dan perempuannya 83,3 tahun. Angka tersebut serupa dengan negara dengan pendapatan menengah, seperti Kroasia dan Meksiko.

Dikutip dari The Telegraph, Rabu (22/2/2017), hal tersebut diduga disebabkan karena kurangnya pusat kesehatan menyeluruh di AS. Selain itu faktor-faktor lain adalah tingkat kematian ibu dan anak, serta tingginya tingkat pembunuhan dan obesitas.

Di Eropa, perempuan Prancis dan laki-laki Siwss diprediksi memiliki harapan hidup tertinggi, dengan usia masing-masing 88,6 tahun dan 84 tahun.

Korea Selatan diprediksi berada di posisi tertinggi pada 2030, dengan usia harapan hidup 90,8 untuk perempuan dan 84,1 untuk laki-laki.

Tingginya usia harapan hidup di Korea Selatan, diyakini diperkirakan karena beberapa faktor, termasuk nutrisi baik untuk anak-anak, rendahnya tekanan darah, rendahnya perkok, akses mudah ke layanan kesehatan, serta pengetahuan dan teknologi kesehatan baru.

"Banyak orang meyakini bahwa 90 tahun adalah batas atas untuk harapan hidup, namun penelitian ini menunjukkan bahwa kita akan mematahkan batas tersebut," ujar Ezzati menanggapi tentang hasil studi meningkatnya usia harapan hidup. 

Studi yang dipublikasi di jurnal kedokteran The Lancet, meliputi 35 negara maju dan berkembang, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Australia, Polandia, Meksiko, da Republik Cekoslovakia.