Astronom Temukan Planet Baru yang Berpotensi Dihuni Alien?

Oleh Citra Dewi pada 14 Feb 2017, 18:20 WIB
Diperbarui 14 Feb 2017, 18:20 WIB
Exoplanet
Perbesar
Ilustrasi HD 219134b (Sumber : nasa.com)

Liputan6.com, Honolulu - Astronom telah menemukan 60 planet baru di 'dekat' Bumi dan banyak di antaranya diyakini dapat menjadi tempat berlangsungnya kehidupan. Sementara itu tim ilmuwan internasional juga telah menemukan 54 planet lainnya. Jika dijumlahkan terdapat 114 planet baru.

Para peneliti mengatakan, beberapa dari mereka diyakini mirip Bumi dan mampu mendukung kehidupan.

Salah satu exoplanet -- planet di luar tata surya kita -- adalah planet 'super-Earth' yang memiliki permukaan berbatu dan ditemukan di sistem bintang terdekat ke empat dari Bumi.

Planet yang dikenal sebagai Gliese 411-b tersebut dapat menunjukkan bahwa semua bintang di dekat Matahari memiliki planet sendiri yang mengorbitnya.

Hal tersebut memunculkan perkiraan bahwa pl anet itu kemungkinan mirip dengan Bumi dan memiliki kondisi untuk mendukung kehidupan alien.

Penemuan planet baru tersebut didasarkan pada hampir 61.000 pengamatan individual dari 1.600 bintang. Pengamatan itu dilakukan dalam kurun 20 tahun oleh astronom Amerika Serikat dengan menggunakan teleskop Keck-I di Hawaii.

Pengamatan tersebut merupakan bagian dari Lick-Carnegie Exoplanet Survey yang telah dimulai pada 1996 oleh astronom Geoffrey Marcy dari University of California dan Paul Butler dari Carnegie Institute of Science.

"Dirilisnya artikel dan data ini adalah salah satu prestasi membanggakan bagi saya sebagai seorang astronom. Ini merupakan sepotong bagian yang baik dari pekerjaan di hidup saya," ujar Butler seperti dikutip dari Independent, Selasa (14/2/2017).

Satu-satunya peneliti dari Eropa yang bekerja dalam proyek tersebut dan memimpin analisis data Dr. Mikko Tuomi mengatakan, sebuah hal yang menakjubkan bahwa bintang terdekat kita tampaknya memiliki sejumlah planet yang mengorbitnya.

"Ini adalah sesuatu yang tak diyakini astronom, bahkan pada lima tahun lalu," ujar Tuomi.

"Planet baru ini juga membantu kita untuk lebih memahami pembentukan sistem planet dan memberikan target menarik dalam mencitrakan planet itu secara langsung di masa depan," jelas dia.

Artikel kelompok peneliti itu telah diterima untuk dipublikasikan di The Astrophysical Journal.

Tag Terkait