22-1-1980: Pencipta Bom Hidrogen Ditangkap KGB Lalu Diasingkan

Oleh Rasheed Gunawan pada 22 Jan 2017, 06:00 WIB
Diperbarui 22 Jan 2017, 06:00 WIB
Bom Hidrogen
Perbesar
Bom Hidrogen (Wonderslist.com)

Liputan6.com, Moskow - Tanggal 22 Januari 1980 menjadi hari yang buruk bagi Andrei Sakharov, ilmuwan Uni Soviet yang telah berhasil menciptakan bom hidrogen yang justru meraih Nobel Perdamaian. Pada hari itu, 37 tahun lalu, Sakharov dan istri, Yelena Bonner, ditangkap lalu dibuang alias diasingkan.

Usut punya usut, Sakharov diasingkan karena dianggap berkhianat dan membangkang terhadap pemerintah.

Sakharov yang sangat vokal mendukung demokrasi dan hak asasi manusia di negaranya, kerap 'menyerang' pemerintah dalam setiap wawancaranya.

Pernah suatu ketika diwawancara, Sakharov menyatakan mendukung sikap Amerika Serikat (AS) terhadap Uni Soviet terkait invasi di Afghanistan. Sakharov bersikeras agar pemerintah Soviet menarik pasukannya dari Afghanistan.

Seperti dimuat BBC, Sakharov ditangkap agen intelijen Soviet (KGB) bersama istrinya, Bonner, saat tengah melintas jalan di Moskow. Keduanya kemudian diasingkan ke wilayah industri Gorky, yang menjadi tempat terlarang bagi wartawan untuk masuk.

Selama diasingkan, Sakharov tidak kehabisan akal untuk mengekspresikan pemikiran-pemikiran dan kritiknya terhadap negara. Ia juga menjadi motor gerakan aksi mogok makan di wilayah tersebut.

Sakharov sempat mengajukan permohonan ke pemerintah agar istrinya, Bonner diizinkan ke Amerika Serikat untuk menjalani pengobatan mata dan jantung. Tapi ditolak. Bonner dituduh telah melakukan pengkhianatan terhadap negaranya.

Pada akhirnya, Sakharov dan Bonner dibebaskan pemerintah pada tahun 1986 di bawah pemerintahan Presiden Mikhail Gorbachev. Sakharov kemudian didapuk jadi anggota dewan terkemuka gerakan pro-demokrasi. Dia juga aktif membantu pemimpin oposisi di parlemen Uni Soviet dan terlibat dalam penyusunan konstitusi negara.

Dr Sakharov dikenal sebagai pencipta bom hidrogen, meski pada akhirnya ia justru menggalakkan kampanye melawan bom nuklir. Ia kemudian meraih Nobel Perdamaian pada tahun 1975 karena perjuangannya dalam bidang hak asasi manusia.

Sakharov yang lahir pada 21 Mei 1921 meninggal dunia pada tanggal 14 Desember 1989 karena serangan jantung.

Sejarah lain mencatat pada 22 Januari 1970, Boeing 747, pesawat "jumbo jet" pertama di dunia, memulai penerbangan komersialnya melalui Pan American Airways dengan penerbangan dari Bandar Udara Internasional John F. Kennedy ke Bandar Udara Internasional London Heathrow.