Penjara Brasil Kembali Memanas, 10 Napi Tewas dalam Kerusuhan

Oleh Khairisa Ferida pada 15 Jan 2017, 13:12 WIB
Diperbarui 15 Jan 2017, 13:12 WIB
Kerusuhan di sejumlah penjara di Brasil menewaskan puluhan narapidana
Perbesar
Kerusuhan di sejumlah penjara di Brasil menewaskan puluhan narapidana (Associated Press)

Liputan6.com, Brasilia - Setidaknya, 10 narapidana tewas pada Sabtu kemarin akibat kerusuhan mematikan kelima di penjara Brasil yang telah berlangsung sejak 1 Januari.

"Kerusuhan terbaru terjadi di penjara Alcacuz, rumah tahanan terbesar di negara bagian Rio Grande do Norte di timur laut," demikian menurut pemerintah negara bagian seperti dilansir CNN, Minggu, (15/1/2017).

Juru bicara pemerintah lokal, Juliska Azevedo mengatakan, polisi dan pasukan polisi militer khusus sempat dikerahkan ke lokasi kejadian pada saat kerusuhan berlangsung pada Sabtu malam.

Kerusuhan di penjara tersebut terjadi setelah terjadi pertarungan sengit antara dua geng, yaitu First Capital Command (PCC) dan Sindicato do Crime do RN.

"Geng PCC yang berbasis di Sao Paulo juga terlibat dalam kerusuhan mematikan lainnya dalam tahun ini," ujar pihak berwenang.

Gelombang kekerasan di penjara di Brasil dimulai pada 1 Januari ketika setidaknya 56 tahanan tewas di Kompleks LP Anisio Jobim di Manaus. Kepala mereka dipenggal dan tubuh mereka dilempar ke atas tembok penjara.

Sergio Fontes, Menteri Keamanan Publik untuk negara bagian Amazonas mengatakan, kerusuhan dipicu oleh perebutan kuasa perdagangan narkoba di penjara.

Sementara itu di rutan Puraquequara di Manaus, empat tahanan dilaporkan tewas akibat kericuhan.

Di negara bagian Roraima, 33 narapidana di LP Pertanian Monte Cristo dilaporkan tewas dalam kerusuhan pada 6 Januari lalu.

Dan pada 8 Januari, empat narapidana juga merenggang nyawa di penjara Desembargador Raimundo Vidal Pessoa di Manaus.

Tak hanya kematian, namun kerusuhan juga menyebabkan sejumlah narapidana melarikan diri.

Jose Carvalho da Silva, direktur sementara di Komplesk LP Anísio Jobim terpaksa dicopot dari jabatannya setelah kerusuhan melanda tempat itu. Ia juga diduga terlibat praktik korupsi.

Belum lama ini, Presiden Michel Teme dan Menteri Kehakiman Alexandre de Moraes mengumumkan pembentukan sebuah Rencana Keamanan Nasional demi meningkatkan sistem penjara.

Negeri Samba itu diketahui memiliki populasi penjara terbesar keempat di dunia. Menurut Kementerian Kehakiman, terdapat sekitar 622.000 orang yang mendekam di balik rutan

Kebanyakan kondisi penjara penuh sesak. Sebut saja LP Alcacuz yang sebenarnya hanya memiliki kapasitas 620 narapidana, namun faktanya terdapat 1.083 tahanan di sana.