Menengok Kehidupan Bocah Yatim Piatu di Korea Utara

Oleh Andreas Gerry Tuwo pada 10 Des 2016, 12:00 WIB
Diperbarui 10 Des 2016, 12:00 WIB
Anak yatim piatu di Korea Utara
Perbesar
Anak yatim piatu di Korea Utara (Foto: KBRI Pyongyang)

Liputan6.com, Pyonyang - Duta Besar Indonesia untuk Korea Utara, Bambang Hiendrasto melakukan kunjungan ke panti asuhan di Pyongyang Baby Home and Orphanage. Lawatan tersebut, diadakan dalam rangka hari ulang tahun Kopri dan Dharma Wanita 2016.

Saat mengunjungi tempat tersebut, Dubes Bambang beserta rombongan, disambut tujuh orang anak yatim piatu berusia 5-6 tahun.

Dengan menggunakan pakaian khas Korut, mereka unjuk gigi depan rombongan delegasi Indonesia. Anak-anak tersebut menyanyikan dua lagU lokal.

Keterkejutan Dubes John dan rombongan tak berhenti sampai situ. Usai disambut nyanyian, empat bocah laki-laki dan satu perempuan lain, kembali unjuk kebolehan.

Jika teman-teman mereka sebelumnya menyanyikan lagu khas Korut, kali ini anak-anak tersebut, memainkan gendang tradisional Korut.

Selanjutnya, pertunjukan tersebut dilanjutkan dengan aksi anak berusia enam tahun men-juggling bola dengan diiringi permainan piano seorang anak lain. Mereka berdua diketahui sebagai 'juggler' dan pianis cilik terbaik se-Korea Utara.

Anak yatim piatu di Korut (Foto:KBRI Pyongyang)

Di tempat tersebut selain diperlihatkan pertunjukan dari anak yatim piatu panti asuhan ini, Duta Besar RI dan istri serta rombongan berkesempatan meninjau berbagai fasilitas yang ada di gedung.

Mulai ruang kelas, kamar tidur, ruang makan, dapur, tempat penyimpanan persediaan berbagai keperluan panti hingga ruang dokter umum dan poliklinik gigi khusus untuk anak-anak, ditinjau rombongan KBRI Pyongyang.

Mendapat sambutan begitu meriah serta diperlihatkannya gedung panti yatim, piatu ini menurut Bambang merupakan suatu hal yang patut diapresiasi.

"Atas kesempatan yang diberikan untuk mengunjungi panti asuhan dan berharap agar anak-anak di sini senantiasa riang gembira dan memiliki masa depan yang cerah," sebut Dubes John dalam keterangan pers kepada Liputan6.com.

Pada akhir kunjungan, Dubes RI menyerahkan bingkisan kepada pimpinan panti asuhan berupa beberapa produk Indonesia yang dijual di Pyongyang, antara lain susu bubuk bayi/balita, sabun/bedak bayi, kue kering dan permen.

Gedung panti asuhan yang terdiri atas dua bangunan tersebut mulai dibangun pada April 2014 dan resmi digunakan pada Oktober 2014.

Gedung bertingkat tiga ini dapat menampung 300 anak. Saat ini anak asuh di gedung pertama berjumlah sekitar 100 anak, mulai bayi hingga umur 4 tahun. Sementara gedung sebelahnya dihuni oleh sekitar 110 anak yatim piatu berumur 5-6 tahun. Mereka dibagi dalam kelas-kelas dan setiap kelas maksimum 15 anak dengan umur sebaya.

Selain anak yatim, di panti asuhan ini juga ada enam triplet (anak kembar tiga) berumur 3 dan 4 tahun yang masih mempunyai ayah dan ibu. Di Korea Utara orang tua yang memiliki anak kembar tiga boleh menitipkan anak-anak mereka di panti asuhan dan dijenguk seminggu sekali.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya