Berang atas Kontak Trump dengan Taiwan, China Pamer Rudal

Oleh Arie Mega Prastiwi pada 05 Des 2016, 07:10 WIB
Diperbarui 05 Des 2016, 07:10 WIB
Berang Atas Kontak Trump dengan Taiwan, China Pamer Rudal
Perbesar
Berang Atas Kontak Trump dengan Taiwan, China Pamer Rudal (CCTV)

Liputan6.com, Beijing - China geram dengan "ketidakpedulian" Donald Trump yang menerima telepon dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Kemarahan itu selain mengirim nota diplomatik, tentara China pamer otot dengan meluncurkan 10 rudal nuklir.

Kegeraman itu bukan semata karena Taiwan saja, tapi juga cara presiden terpilih Trump memilih kabinetnya.

Uji coba pertama dilakukan pada akhir bulan lalu dengan memamerkan kekuatan rudal DF-21C. Kala itu, Trump mengumumkan calon menteri pertahanan adalah James Mattis.

Mattis adalah jenderal yang disebut "Mad Dog" karena "kekejamannya" di Fallujah dan Afghanistan.

Rudal itu mampu mencapai jarak 1.000 mil dan hulu ledaknya mampu melakukan manuver.

Dikutip dari Daily Mail, Senin (4/12/2016), berita uji coba diumumkan oleh CCTV dan kantor berita Tiongkok, Xinhua. Mereka melaporkan bahwa rudal-rudal itu mampu menghancurkan pangkalan militer AS di Pasifik kapan saja.

Ahli militer China, James Fisher kepada Washington Free Beacon mengatakan, "Tentara China telah menabuh genderang perang dengan cara ancaman seperti ini."

Trump telah melanggar kebijakan luar negeri yang telah berlangsung puluhan tahun dengan menelepon Taiwan. Aksinya itu ia lakukan jauh sebelum secara resmi ia dilantik jadi presiden.

Apa yang dilakukan Trump adalah pembicaraan pertama antara pemimpin AS dan Taiwan, yang terang-terangan diungkap kepada publik sejak 1979 -- ketika Washington DC meresmikan hubungan diplomatik dengan China.

Langkah tersebut dinilai berpotensi memicu konfrontasi diplomatik dengan China. Sebab, Beijing menganggap, Taiwan adalah salah satu provinsinya yang "membangkang".

Apalagi, pemimpin saat ini Tsai Ing-wen berasal dari Democratic Progressive Party (DPP) yang dikenal memperjuangkan kemerdekaan Taiwan dari China.